Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah membangun beberapa rusun, salah satunya adalah Rorotan IX dan Padat Karya. Begini perkembangan pembangunannya.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta Kelik Indriyanto mengatakan pengerjaan Rusun Rorotan IX masih tahap 1. Sementara, Rusun Padat Karya tahap 2.
Rusun Rorotan IX tahap 1 akan memiliki 2 tower bangunan. Terdiri dari 484 unit di 16 lantai. Pembangunan rusun ini menjadi salah satu yang diprioritaskan oleh pemerintah Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan catatan detikcom, Rusun Rorotan IX tahap 1 yang berada di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, sudah mulai dibangun sejak pertengahan 2026. Kelik mengatakan saat ini progresnya sekitar 21,253 persen. Dengan target penyelesain pada September 2027.
Sementara itu, pembangunan Rusun Padat Karya Tahap II di daerah Rorotan, Jakarta Utara juga tengah dikebut agar selesai pada Desember 2026. Saat ini pembangunannya sudah menyentuh 65,467 persen. Dikutip dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) DKI Jakarta, pembangunan fisik rusun ini sudah direncanakan sejak akhir 2025.
Nantinya, Rusun Padat Karya Tahap II memiliki 1 tower dengan 381 unit yang akan tersedia.
Sebelumnya diberitakan, Pemprov DKI Jakarta akan membangun 11 rumah susun (rusun) baru mulai tahun depan. Gubernur Jakarta Pramono Anung menyampaikan anggarannya akan memakai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
"Yang rusun 11 anggarannya dari APBD," kata Pramono di Kota Tua, Jakarta Barat, seperti dikutip dari detikNews pada Rabu (1/7/2026).
"Dan kami juga bekerja sama dengan Kementerian Perumahan di pemerintah pusat untuk di tempat-tempat yang lainnya," tuturnya.
Kemudian, ada pembangunan rusun yang diprioritaskan dan dibangun lebih cepat, yakni adalah Rusun Marunda Cluster C dan Rusun Rorotan 9.
"Dari 11 itu, dua yang akan dibangun dalam waktu dekat ini yaitu Marunda Cluster C dari lima tower yang ada, kemudian juga Rorotan 9 dari tujuh tower yang direncanakan," kata Pramono di Jalan Latumenten, Jakarta Barat, Kamis (2/7/2026), dikutip dari detikNews.
Kemudian, untuk nasib 9 proyek rusun lainnya, Pramono menyampaikan pihaknya telah menggandeng pemerintah pusat, yakni Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) agar proyek ini ditangani bersama dan masuk dalam Program 3 Juta Rumah.
(aqi/das)
