Sebuah rumah di Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat, menjadi pusat penyelidikan kasus hilangnya sedikitnya tujuh perempuan. Dalam penggeledahan terbaru, penyidik menemukan tulang di halaman belakang serta brankas tersembunyi di dalam rumah tersebut.
Dikutip dari Realtor, temuan itu terungkap setelah aparat membongkar sejumlah bagian rumah yang pernah ditempati mendiang Raymond Charles "R.C." Horsch. Rumah yang berada di kawasan Olney tersebut kini tercatat dimiliki oleh putranya, Eugene Horsch, yang sedang ditahan.
Tulang ditemukan pekan lalu di halaman belakang rumah yang kondisinya dilaporkan terbengkalai. Kantor Pemeriksa Medis Philadelphia kemudian membawa temuan itu ke laboratorium forensik untuk memastikan apakah tulang tersebut berasal dari manusia atau hewan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, tim penanganan barang bukti FBI menyisir tanah di bawah tenda yang didirikan di area halaman yang telah digali. Penggalian tambahan juga direncanakan di bagian depan properti.
Beberapa hari sebelum penemuan tulang, aparat menemukan sebuah brankas saat membongkar dinding dan papan lantai rumah untuk mencari petunjuk. Hingga laporan tersebut diterbitkan, belum ada informasi mengenai isi brankas itu.
Penemuan tersebut menjadi perkembangan terbaru dalam penyelidikan lintas lembaga yang berlangsung selama berbulan-bulan. Kasus ini mulai mendapat perhatian aparat setelah Eugene Horsch ditangkap pada Juni.
Sebelumnya, penyidik menyita lebih dari satu juta foto dan video dari rumah tersebut. Berdasarkan bukti visual yang diperiksa, polisi menduga sedikitnya lima dari tujuh perempuan yang dikaitkan dengan kasus ini kemungkinan telah meninggal dunia. Namun, hingga kini belum ada jenazah yang ditemukan.
Inspektur Kepolisian Philadelphia, Ray Evers, mengatakan rekaman tersebut menjadi salah satu dasar penilaian penyidik.
"Jika gambar-gambar dalam video itu nyata dan tidak diubah dengan cara apa pun, berdasarkan hasil peninjauan, kantor pemeriksa medis meyakini orang-orang yang terlihat dalam gambar tersebut telah meninggal dunia," kata Evers.
Salah satu rekaman yang disebut memiliki metadata tahun 2017 diduga memperlihatkan Raymond Horsch mencekik seorang perempuan setelah memberinya obat-obatan. Perempuan itu kemudian disebut diborgol ke tempat tidur dan diikat pada bagian leher menggunakan pengikat plastik.
Sumber yang dikutip media setempat mengidentifikasi perempuan tersebut sebagai Nicole Fusaro, 27 tahun, yang dilaporkan hilang pada 2018.
Rekaman lain dari sejumlah hard drive yang disita dari rumah itu diduga memperlihatkan dua perempuan lain, Gabrielle Amarando, 22 tahun, dan Maribel Fresses, 28 tahun, dalam kondisi yang mengindikasikan keduanya telah meninggal dunia.
Amarando dilaporkan hilang sejak 2012, sedangkan Fresses terakhir kali terlihat pada 2018. Di antara kedua kasus kehilangan tersebut, Amy McHale, istri Raymond Horsch yang berusia 44 tahun, juga menghilang dari rumah pasangan itu pada 2016.
Raymond Horsch sendiri meninggal dunia pada 2025 akibat penyakit sebelum menghadapi dakwaan terkait kasus-kasus orang hilang tersebut.
Riwayat Rumah dan Nasib Bangunan Belum Jelas
Di tengah penyelidikan, riwayat kepemilikan rumah tersebut turut menjadi perhatian. Catatan properti menunjukkan rumah itu dialihkan kepada Eugene Horsch pada 2007 dengan nilai transaksi yang dilaporkan sebesar US$ 40.114.
Pemilik sebelumnya adalah Helen Hoersch, bibi Raymond Horsch, yang meninggal dunia di rumah tersebut pada 2004 dalam usia 83 tahun. Berdasarkan catatan yang ditinjau Realtor, Raymond menandatangani dokumen pengalihan kepemilikan kepada putranya dengan menggunakan surat kuasa atas nama bibinya yang telah meninggal.
Hingga kini, nasib rumah itu belum diputuskan. Anggota Dewan Kota Philadelphia, Anthony Phillips, mengatakan proses resmi pemerintah kota baru akan menentukan langkah terhadap properti tersebut setelah penyelidikan kriminal selesai.
Sejumlah kemungkinan yang dipertimbangkan antara lain penetapan bangunan sebagai tidak layak huni, pembongkaran, atau pemulihan menyeluruh terhadap kondisi properti.
Proses pencarian barang bukti juga berdampak pada warga sekitar. Aparat menutup sejumlah ruas jalan, mengerahkan alat berat untuk penggalian, serta memberlakukan pembatasan parkir.
Seorang warga setempat mengungkapkan kekhawatirannya terhadap dampak kasus tersebut bagi lingkungan tempat tinggalnya.
"Ini tidak baik, ini tidak baik bagi lingkungan sekitar," kata warga bernama Han kepada Fox29.
Phillips juga mengakui bahwa keberadaan rumah tersebut dapat memengaruhi citra lingkungan sekitar.
"Sebuah rumah seperti ini bisa meninggalkan noda pada satu kawasan," ujar Phillips kepada NewsNation.
Ia menyebut warga masih mempertanyakan berapa lama penyelidikan akan berlangsung, area mana yang bisa dilalui, serta kemungkinan penggalian di jalan maupun trotoar.
(das/das)
