Kawasan terpadu di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur yaitu Mawatu semakin ramai. Para pengunjung bisa menikmati beragam tenant kuliner dan ritel yang sudah beroperasi.
Soft opening Mawatu dilakukan pada 16 Oktober yang dibuka langsung oleh Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng. Ia berharap, hadirnya Mawatu ini bisa melengkapi Labuan Bajo yang semakin berkembang.
"Sejak awal proyek ini, saya selalu berpesan agar tenaga kerja lokal diperhatikan, dan sekarang saya lihat banyak anak-anak daerah bekerja di Mawatu, bahkan proses seleksi kerjanya sampai melibatkan 500 peserta. Kami sangat apresiasi dan berharap kawasan ini dapat menjadi ruang yang bermanfaat bagi masyarakat dan menarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo," katanya dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (20/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Mawatu, pengunjung bisa menyantap berbagai macam makanan, mulai dari makanan lokal hingga Italia. Selain itu, ada beragam jenis ritel yang sudah beroperasi.
Soft opening Mawatu Foto: Dok. Vasanta Group |
Tak hanya itu, di Street Bar, deretan tenant lokal dan nasional menawarkan suvenir, kerajinan, serta aneka makanan dan minuman yang dapat dinikmati sambil bersantai dan melihat-lihat produk yang ditawarkan.
Untuk memudahkan mobilitas pengunjung, disediakan juga shuttle gratis yang menghubungkan Mawatu dengan sejumlah hotel di Labuan Bajo. Rute shuttle juga dirancang untuk mencakup sejumlah titik strategis, seperti Pelabuhan Marina dan Bandara Internasional Komodo dalam satu rangkaian perjalanan yang efisien.
Banyaknya pilihan aktivitas dan konektivitas yang memudahkan pengunjung, Mawatu bisa jadi pilihan bagi masyarakat dan wisatawan untuk menikmati Labuan Bajo.
"Kami ingin Mawatu menjadi bagian dari perjalanan masyarakat dan wisatawan saat menikmati Labuan Bajo. Beragam pilihan kuliner, belanja, dan ruang bersantai memberi pengunjung alasan untuk menghabiskan waktu di kawasan, sementara layanan shuttle diharapkan memudahkan akses dari hotel sekaligus membantu mereka menjelajahi sejumlah titik di kota ini," ujar Head of Business Unit Tourism Vasanta Group, Jonathan Budiman.
(abr/das)

