Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh KPK pada Kamis (15/10) di Klaten, Jawa Tengah. Ia ditangkap terkait kasus dugaan suap proyek dan hasil audit BPK.
Sebagai pejabat daerah, Hamenang tentunya harus melaporkan harta kekayaannya melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Ia terakhir melaporkan LHKPN pada Maret 2026.
Hamenang tercatat memiliki lima aset properti dengan total nilai Rp 2.595.000.000. Aset tersebut ada di Yogyakarta dan juga Klaten. Berikut ini rinciannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Tanah Seluas 110 m2 di KAB / KOTA KOTA YOGYAKARTA, HASIL SENDIRI Rp 266.000.000
2. Tanah Seluas 7.650 m2 di KAB / KOTA KLATEN, Rp 704.000.000
3. Tanah Seluas 2.116 m2 di KAB / KOTA KLATEN, HASIL SENDIRI Rp. 480.000.000
4. Tanah dan Bangunan Seluas 84 m2/75 m2 di KAB / KOTA KLATEN, HASIL SENDIRI Rp 545.000.000
5. Tanah Seluas 2.090 m2 di KAB / KOTA KLATEN, HASIL SENDIRI Rp 600.000.000
Selain itu, ia juga memiliki enam kendaraan bermotor dengan total nilai Rp 565.000.000. Berikut ini rinciannya.
1. MOTOR, YAMAHA 2DP NON ABS Tahun 2017, HASIL SENDIRI Rp 23.000.000
2. MOBIL, MAZDA RX 8 Tahun 2006, HASIL SENDIRI Rp 205.000.000
3. MOTOR, YAMAHA FAZIO BEJ AT Tahun 2022, HASIL SENDIRI Rp 21.000.000
4. MOTOR, KAWAZAKI NINJA KR150K Tahun 2011, HASIL SENDIRI Rp 26.000.000
5. MOBIL, HONDA SEDAN CIVIC Tahun 2013, HASIL SENDIRI Rp. 170.000.000
6. MOBIL, TOYOTA MINIBUS Tahun 2013, HASIL SENDIRI Rp 120.000.000
Hamenang juga diketahui memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 263.500.000, kas dan setara kas senilai Rp 1.210.861.557, serta harta lainnya senilai Rp 1.349.000.000. Dia tercatat tidak punya utang sehingga total kekayaannya bernilai Rp 5.983.361.557.
Sebagai informasi, saat ini Hamenang sudah tiba di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta. Menurut laporan detikNews, ia tiba pukul 07.03 WIB. Hamenang datang didampingi penyidik menggunakan mobil hitam.
Dalam OTT ini, selain Bupati Hamenang, KPK turut mengamankan 19 orang lainnya termasuk Kepala Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Tengah. Mereka diamankan di dua lokasi, Klaten dan Jakarta.
KPK juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai senilai Rp 1 miliar. Jubir KPK Budi Prasetyo mengatakan OTT Bupati Klaten ini berkaitan dengan dugaan suap proyek serta hasil audit BPK.
"Perkara ini diduga terkait dengan penerimaan yang dilakukan oleh penyelenggara negara, berkenaan dengan pengadaan barang dan jasa, perizinan, maupun penerimaan lainnya dari OPD," kata Budi kepada wartawan, Kamis (15/10/2026), dikutip dari detikNews.
(abr/das)
