Banyak Lahan buat Rumah Tak Jelas, Ara Minta Bantuan BRAN

Banyak Lahan buat Rumah Tak Jelas, Ara Minta Bantuan BRAN

Almadinah Putri Brilian - detikProperti
Selasa, 13 Okt 2026 14:16 WIB
Pertemuan Kementerian PKP dan BRAN
Foto: Almadinah Putri Brilian (detikProperti)
Jakarta -

Kepala Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN) Dedi Prasetyo menyambangi kantor Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Kedatangannya ini untuk membahas masalah tata ruang dalam rangka penyediaan lahan untuk rumah subsidi.

Pertemuan itu dilakukan di Wisma Mandiri, Jakarta Pusat. Dalam pertemuan tersebut, Menteri PKP Maruarar Sirait mengungkapkan saat ini masih sulit untuk mengetahui kawasan-kawasan mana saja yang bisa digunakan untuk permukiman.

Untuk itu, ia meminta BRAN membantu memberikan kepastian tata ruang agar lahan suatu daerah aman digunakan sebagai kawasan permukiman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau boleh juga jelas Pak, di mana yang buat rumah subsidi, di mana buat rusun. Nah kenapa? Dengan begini, nanti kita juga memberikan kepastian. Kepastian tata ruang yang fixed, jadi nggak berantakan, nggak berubah-ubah sehingga nanti baik pengembang dia jelas beli tanahnya di mana," ujar Ara saat bertemu dengan Dedi di kantornya, Selasa (13/10/2026).

Ara mengungkapkan, saat ini salah satu kendala pembangunan rumah di Indonesia adalah ketersediaan lahan. Kementerian PKP tidak bisa langsung membangun hunian tanpa status lahan yang jelas, sementara terkait status lahan mana yang bisa dipakai untuk permukiman bukan ranah kementerian tersebut.

ADVERTISEMENT

"Jadi kalau ini bisa dibantu, kami sangat-sangat berterima kasih sehingga kan Presiden maunya cepat nih membantu rakyat, sementara ini bukan kewenangan kami. Kami sudah siapkan anggarannya, yang membantu sudah siap. Lahannya mana?" katanya.

Sementara itu, Dedi mengungkapkan akan mencoba mengkomunikasikan permasalahan tersebut ke kementerian/lembaga terkait, seperti Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Badan Bank Tanah hingga Kementerian Kehutanan. Hal itu karena salah satu tugas BRAN adalah koordinator sistem pendataan satu data agraria.

"Sehingga dengan sistem satu data agraria ini sesuai dengan kebutuhan masing-masing stakeholder terkait. Misalnya Kementerian Perumahan, ketika membutuhkan untuk perumahan subsidi lokasi di mana-di mana saja, bisa menjawab apa yang diinginkan Pak Menteri," ungkapnya.

Dedi juga mengungkapkan tugas BRAN selanjutnya adalah menentukan skala prioritas reforma agraria dalam rencana redistribusi tanah sesuai dengan kebutuhannya. Tugas selanjutnya adalah penanganan konflik agraria struktural.

"Kemudian tugas kami yang terakhir adalah melakukan monitoring evaluasi. Jika administrasi keputusan sudah kamu putuskan sesuai dengan kegunaan tanah, maka kami akan melakukan monitoring evaluasi apakah itu dilaksanakan atau tidak karena keputusan administrasi yang dilakukan oleh BRAN sifatnya mengikat," paparnya.

Dalam agenda tersebut, turut hadir Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, Dirjen Perumahan Perkotaan Sri Haryati, Plt Dirjen Perumahan Perdesaan Teddy Siagian, serta jajaran BRAN.



(abr/zlf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads