Nasib Mal 'Rakyat' Kian Merana saat Mal Elite Makin Jaya

Nasib Mal 'Rakyat' Kian Merana saat Mal Elite Makin Jaya

Almadinah Putri Brilian - detikProperti
Jumat, 09 Okt 2026 06:15 WIB
Show room Futuristic
Ilustrasi mal. Foto: iStock
Jakarta -

Di tengah banyaknya mal-mal berdiri kokoh di Jabodetabek, ada cerita miris di baliknya. Tak semua mal bisa mencicipi bisnis yang gurih. Pasalnya, kini banyak mal ditinggal pengunjung yang berujung pada sepinya tenant tenant.

Mirisnya lagi, mal-mal tersebut didominasi oleh mal dengan skala kecil, atau bisa dibilang mal yang jauh lebih merakyat. Berdasarkan data dari Colliers Indonesia, hampir 90 persen ruang kosong yang ada di Jabodetabek ada di mal kelas menengah ke bawah atau mal 'rakyat'.

"Kalau kita gabungkan antara Jakarta dan di luar Jakarta atau Bodetabek gitu ya, hampir 90 persen ruang kosong itu berada di mal-mal yang kelas menengah sampai ke bawah. Bahkan kalau kita pisahkan, di Jakarta itu ada sekitar 84 (persen) ruang kosong itu berasal dari kelompok ini sementara di Greater Jakarta itu angkanya bisa sampai 96 persen," kata Head of Research Department Colliers Indonesia, Ferry Salanto, dalam Colliers Virtual Media Briefing Q3 2026, Rabu (7/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi ini tidak sama dengan mal elite atau mal kelas atas. Pada kuartal III 2026, tingkat okupansi untuk mal elite sekitar 90 persen sedangkan mal 'rakyat' sekitar 60 persen. Perbedaan tingkat okupansi yang cukup jauh itu bukan tanpa alasan.

Menurut Ferry, mal-mal elite di Jabodetabek pasarnya sudah terbentuk secara kuat. Tak hanya itu, basis konsumennya juga jelas, ekosistem tenant-nya solid, dan banyak brand menarik yang membuat banyak orang datang.

ADVERTISEMENT

"Sementara mal yang tidak terlalu kuat itu memang mereka menghadapi lingkaran yang lebih sulit gitu ya. Jadi pengalaman-pengalaman belanjanya melemah, kemudian tenant juga semakin selektif untuk masuk, traffic berkualitas juga berkurang dan akhirnya memang sulit menarik tenant-tenant baru," katanya.

Agar banyak pengunjung datang ke mal, upgrade atau renovasi perlu dilakukan. Tapi bukan sekadar mempercantik bangunan saja, diperlukan juga pemilihan tenant yang relevan serta mampu memberikan pengalaman belanja yang menarik.

"Jadi ke depannya kompetensi antar mall ini akan semakin ditentukan oleh relevance, relevansinya, productivity-nya jadi bukan sekedar dari tingkat kompetensinya," tutur Ferry.



(abr/zlf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads