Ledakan yang diduga berasal dari gas menghancurkan beberapa bangunan ruko di Surabaya. Ledakan tersebut berasal dari RM Nasi Tempong Sri Dewi.
Lokasi ruko bukan di tempat sembarangan. Berdasarkan penelusuran detikcom, lokasinya berada di Klaster San Antonio Shopping Street, Perumahan Pakuwon City. Perumahan ini merupakan salah satu proyek kota mandiri di bawah pengembangan Pakuwon Group. Korporasi raksasa yang dipegang oleh Alexander Tedja yang juga merupakan salah satu orang terkaya di Indonesia.
Menurut catatan Forbes 2022, Alexander Tedja memiliki kekayaan sekitar US$ 955 juta atau sekarang setara Rp 17 triliun (kurs Rp 17.897). Pada saat itu juga ia termasuk dalam 50 orang terkaya di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bisnis yang ia jalankan saat ini berpusat di real estate. Namun, pria kelahiran Medan ini memiliki latar belakang di bidang perfilman. Sebelumnya ia pernah mendirikan PT ISAE Film pada 1972. Lalu, ia mendirikan Menara Mitra Cinema Corp pada 1977. Tak hanya itu, ia juga mendirikan PT Pan Asiatic Film pada 1991.
Kini salah bisnisnya yang moncer berada di bidang properti. Pakuwon City sendiri merupakan salah satu proyeknya di Surabaya. Lokasinya dekat dari ITS dan Unair hanya berjarak sekitar 1 menit. Perumahannya dilengkapi dengan berbagai fasilitas, mulai dari pendidikan, SPBU, hingga kawasan komersil yang mana salah satunya lokasi terjadinya ledakan.
Beberapa area komersil yang dikembangkan di Perumahan Pakuwon City adalah Ruko Patoz, San Diego Mainstreet, San Antonio Shopping Street dan BizHome.
Di sisi lain, Pakuwon Group juga mempunyai 8 pusat perbelanjaan dan kuliner di Surabaya, di antaranya Tunjungan Plaza dan Pakuwon Mall. Di Jakarta, Pakuwon Group juga meraup keuntungan dari, Kota Kasablanka, Gandaria City, dan Blok M Plaza.
Ada pun, soal kejadian ledakan yang terjadi di ruko tersebut menyebabkan bangunan di sekitarnya ikut terdampak. Papan nama beberapa ruko tampak rusak hingga miring ke bawah. Kaca-kaca toko pada beberapa toko terdekat pecah. Belum lagi ada toko sepatu yang barang-barangnya rusak karena dindingnya ambruk.
Di depan toko juga tampak ada mobil terparkir. Selain itu, di sekitar ruko juga sedang ramai sejumlah pengunjung yang berolahraga, makan, hingga berada di kafe sekitar sana.
Menurut kesaksian dari salah satu karyawan ruko yang berada seberang RM Nasi Tempong Sri Dewi, Rangga, dentuman ledakan begitu keras hingga membuat bangunan di sekitarnya ikut bergetar.
"Waktu ledakan langsung kena kita (ruko seberang), kenceng. Di atas kayak mau roboh, di atap. Pas saya lihat ternyata ada ledakan," beber Rangga kepada detikJatim, Selasa (6/10/2026).
(aqi/das)
