Gempa berkekuatan magnitudo (M) 5,9 mengguncang Pantai Barat Daya Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT) pagi tadi. Masyarakat pun diimbau agar berhati-hati terhadap bangunan yang retak akibat gempa.
Dilansir dari situs BMKG, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengatakan guncangan gempa bumi ini dirasakan di berbagai wilayah dengan skala intensitas yang bervariasi. Getaran itu dirasakan di wilayah Kodi Balaghar, Kodi Bangedo, dan Kodi di Kabupaten Sumba Barat Daya.
Guncangan kuat itu menyebabkan sebagian besar penduduk terkejut dan berlari ke luar rumah. BMKG pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan menghindari bangunan yang retak atau rusak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian masyarakat juga diminta untuk tidak memercayai isu-isu liar yang tidak jelas sumber kebenarannya. Pantau informasi melalui sumber resmi dan terverifikasi.
Sementara itu, Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, mengatakan hingga pukul 08.40 WIB terdapat kerusakan di sejumlah wilayah pada kategori sedang. Atas kejadian ini, ada satu orang yang dilaporkan mengalami luka ringan.
Ia mengatakan BMKG akan terus melakukan monitoring melalui Stasiun Geofisika Sumba Timur dan turun ke lapangan untuk melakukan survei dampak gempa bumi.
Di samping itu, Plh. Deputi Bidang Geofisika BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 9,84° LS dan 118,90° BT, atau sekitar 59 km arah Barat Daya Kodi, Sumba Barat Daya, pada kedalaman 30 km.
BMKG mengategorikan kejadian ini sebagai jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif yang diduga berasosiasi dengan Sesar Waikabubak. Hal itu ditetapkan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter.
"Hasil analisis mekanisme sumber mengindikasikan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault)," kata Ardhasena dikutip dari situs BMKG, Minggu (4/10/2026).
(dhw/das)
