Di antara rumah mewah di London, ada satu hunian yang telah menarik perhatian orang-orang kaya di dunia. Bahkan, rumah itu dinobatkan sebagai hunian termahal di Inggris saat ini.
Rumah tersebut beralamat di 2-8A Rutland Gate, Knightsbridge, Inggris. Dari tampak depan, bisa dibilang bangunan ini lebih mirip istana mewah daripada sebuah rumah di tengah kota.
Dilansir The Guardian, rumah itu punya 45 kamar tidur, 4 unit lift yang terhubung dari lantai 1-5, hingga kolam renang indoor yang luas. Belum lagi rumah tersebut berada di kawasan paling eksklusif di Inggris.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nahas, tak ada seorang pun yang kini tinggal di rumah itu. Hunian megah itu telah kosong dan dibiarkan terbengkalai selama tiga tahun terakhir.
Usut punya usut, rumah ini pernah dibeli pada 2020 dengan harga fantastis, yakni mencapai 210 juta pound sterling atau sekitar Rp 5 triliun jika mengikuti kurs saat ini (Rp 23.828). Nominal tersebut menjadikan 2-8A Rutland Gate sebagai rumah termahal di Inggris.
Sebelum menjadi rumah megah seperti sekarang, awalnya bangunan ini merupakan hunian bergaya Palladian yang dibangun sekitar abad ke-19. Puluhan tahun berselang, rumah ini mulai direnovasi besar-besaran pada 1980-an.
Rumah bak Istana Megah yang Dibeli Orang Tajir
Rumah termahal di Inggris. Foto: Getty Images/Dan Kitwood |
Renovasi itu dilakukan oleh miliarder Lebanon sekaligus calon perdana menteri saat itu, Rafik Hariri. Ia turut membeli lahan kosong di sebelahnya demi mewujudkan rumah yang besar dan megah di London.
Desain rumahnya juga berubah dengan mengusung gaya Neoklasik pada fasad utama, lalu dikombinasikan dengan model Mansard Roof pada bagian jendela atas yang identik dengan bangunan megah di era Victoria.
Walau fasad rumahnya dirombak, tapi sejumlah perabotan antik di dalamnya masih dipertahankan. Misalnya perabotan berlapis emas asli dan lampu gantung kaca Murano.
Nahas, Hariri tidak bisa menikmati rumah megahnya itu lagi karena tewas akibat ledaakan bom truk di Beirut pada 2005.
Pasca tewasnya Hariri, rumah itu sempat kosong selama beberapa bulan. Sampai akhirnya properti itu diberikan kepada putra mahkota Arab Saudi, Sultan bin Abdul Aziz. Ia menempati hunian tersebut sampai akhir hayatnya pada 2011.
Hunian megah ini kemudian kosong lagi dan tak terurus selama bertahun-tahun. Akhirnya pada 2015, perabotan-perabotan antik dan mewah, seperti lampu gantung kaca Murano dan botol parfum kristal Lalique kemudian dilelang.
Kediaman 2-8A Rutland Gate akhirnya mendapatkan pemilik baru setelah dibeli pada 2020 dengan harga fantastis mencapai Rp 5 triliun. Usut punya usut, properti itu dibeli lewat perusahaan offshore di British Virgin Islands.
Bos Evergrande, Hui Ka Yan. Foto: Getty Images |
Setelah ditelusuri, pembeli rumah itu mengarah kepada Hui Ka Yan, sosok pendiri Evergrande. Taipan asal China itu sempat dinobatkan menjadi orang terkaya di Asia oleh Forbes pada 2017, sebelum akhirnya jatuh miskin karena dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dan seluruh hartanya disita.
Pihak likuidator Evergrande tidak dapat menyita rumah 2-8A Rutland Gate karena atas nama mantan istrinya, yakni Ding Yumei. Sementara Yumei sendiri yang berpaspor Kanada tidak dapat menjual rumahnya karena asetnya telah dibekukan.
Rumah Super Mewah yang Kini Ditinggali Gelandangan
Rumah termahal di Inggris yang kini ditinggali gelandangan. Foto: Getty Images/Dan Kitwood |
Kini, rumah termahal di Inggris itu ditempati oleh seorang gelandangan bernama Andres Fernstedt sejak 3 tahun yang lalu. Dirinya tinggal di teras depan rumah tersebut dan memasang tenda dari payung untuk tidur, serta menaruh barang-barang miliknya di sepanjang pagar.
Pria asal Swedia itu mengaku sama sekali tidak tahu tentang bangunan besar tersebut. Namun yang pasti, rumah itu kosong karena tidak ada aktivitas selama berhari-hari.
Walau tinggal di teras depan, Fernstedt tak bisa masuk ke dalam rumah tersebut. Alhasil, ia harus mencari tempat lain untuk mandi atau sekadar buang air kecil.
"Tidak akan pernah terbayangkan tinggal di jalanan. Ini bukan lah diriku yang sebenarnya," ujar Fernstedt kepada The Guardian.
Sampai sekarang, hunian megah ini masih kosong dan dibiarkan terlantar. Fernstedt pun masih menempati rumah ini walau hanya di bagian teras saja.
(ilf/das)



