Korban Gempa NTT Dapat Bantuan Rp 70 Juta buat Perbaiki Rumah

Korban Gempa NTT Dapat Bantuan Rp 70 Juta buat Perbaiki Rumah

Danica Adhitiawarman - detikProperti
Selasa, 08 Sep 2026 19:30 WIB
Menteri PKP Maruarar Sirait, Mendagri Tito Karnavian dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti
Menteri PKP Maruarar Sirait, Mendagri Tito Karnavian dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti (Foto: Danica Adhitiawarman/detikcom)
Jakarta -

Kabar baik bagi korban gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemerintah akan memberikan bantuan dana hingga Rp 70 juta untuk korban yang rumahnya rusak.

Hal itu disampaikan usai rapat yang dihadiri Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Rapat tersebut membahas bantuan untuk korban bencana di Nusa Tenggara Timur dan Sumatera.

Tito mengatakan saat ini pemerintah daerah sedang melakukan pendataan, terutama soal kondisi perumahan. Mereka mencatatkan rumah rusak milik korban by name by address serta mengklasifikasinya berdasarkan kondisi ringan, sedang, dan berat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk (rumah rusak) yang ringan diberikan bantuan Rp 15 juta, untuk yang (rusak) sedang Rp 30 juta, untuk yang (rusak) berat Rp 70 juta," kata Tito di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2026).

Bagi yang rumahnya rusak berat, rumahnya bisa dibangun kembali di tanah yang sama. Hal itu nantinya dibantu oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

ADVERTISEMENT

Jika lokasi rumah berada di kawasan yang rawan bencana, dapat direlokasi ke tempat lain. Kementerian PKP akan membantu pembangunan rumah berupa kompleks di lokasi lain. Selain itu, ada mekanisme gotong-royong atau bantuan dari pihak swasta untuk pembangunan rumah.

"Kalau ada yang relokasi (karena) tanahnya labil perlu dipindahkan, ya ini akan dibangunkan kompleks bagi satu kampung misalnya, kompleks oleh Menteri PKP," jelasnya.

Sementara itu, Ara mengatakan sudah menyiapkan bantuan dana dari pihak swasta. Sebanyak 500 rumah akan dibangun untuk menggantikan rumah rusak. Lalu, ada dana Rp 5 miliar untuk menambah dana bantuan untuk korban perbaiki rumah.

"Kemudian juga di NTT juga kita sudah menyiapkan dari dana gotong royong 500 rumah dan juga Rp 5 miliar," ucapnya.

Untuk bantuan rumah dari swasta, ia sudah meminta agar disiapkan lahan dengan statusnya jelas. Lokasinya juga harus dinyatakan aman dari bencana oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Sebelumnya, Ara sudah menyampaikan akan memberikan bantuan dari kantong pribadinya senilai Rp 5 miliar untuk membantu renovasi rumah korban yang terdampak gempa di NTT. Dana tersebut sebagai tambahan untuk memperbaiki hunian yang mengikuti program bedah rumah.

Bantuan ini untuk dibagikan kepada 1.000 penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah. Dengan begitu, setiap penerima akan mendapatkan tambahan Rp 5 juta.

"Kita sudah siapkan secara cepat itu dari 2 minggu lalu. 500 huntap dan juga bantuan dari pribadi sebesar Rp 5 miliar untuk nanti keswadayaan untuk 1.000 rumah yang mau dibedah rumah," kata Ara melalui sambungan telepon, Jumat (4/9/2026).

Selain itu, 500 hunian tetap (huntap) akan dibangun dengan bantuan dari Yayasan Buddha Tzu Chi. Huntap itu berupa rumah modular berukuran 36 meter persegi atau tipe 36.

(dhw/das)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads