BNPB Verifikasi 51.591 Rumah Kena Gempa NTT, Ada yang Rusak Berat-Ringan

BNPB Verifikasi 51.591 Rumah Kena Gempa NTT, Ada yang Rusak Berat-Ringan

Danica Adhitiawarman - detikProperti
Selasa, 08 Sep 2026 12:45 WIB
Sejumlah warga terdampak gempa bumi mengungsi di tenda yang didirikan di dekat rumah mereka di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, NTT, Rabu (19/8/2026). Sebagian warga Pulau Palue yang berpenduduk sekitar 11.000 jiwa dan berjarak 2030 kilometer dari pusat gempa bermagnitudo 7,7 yang terjadi pada Sabtu (16/8) memilih mengungsi secara mandiri di sekitar rumah untuk menjaga harta benda dan hewan ternak.ANTARA FOTO/Mega Tokan/app/tom.
Rumah rusak akibat gempa di NTT Foto: ANTARA FOTO/MEGA TOKAN
Jakarta -

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah memverifikasi dan memvalidasi 51.591 rumah yang terdampak gempa magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 lalu. Rumah tersebut mengalami kerusakan ringan hingga berat.

Dilansir dari situs BNPB, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyatakan jumlah tersebut merupakan 50,39 persen dari 102.384 unit data awal rumah yang menjadi sasaran pendataan di tujuh kabupaten terdampak.

Hasil verifikasi sementara menunjukkan 2.382 unit masuk kategori rusak berat, 7.276 unit rusak sedang, dan 14.177 unit rusak ringan serta 27.756 unit tidak mengalami kerusakan. Proses verifikasi masih berlangsung untuk memastikan kondisi rumah pascabencana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam proses verifikasi juga ditemukan tambahan data rumah rusak yang belum tercatat pada pendataan awal. Pemerintah daerah kini melakukan pemeriksaan silang untuk memastikan data tambahan tersebut memenuhi ketentuan verifikasi," kata Berton dikutip dari situs BNPB, Selasa (8/9/2026).

Berikut ini hasil verifikasi data sementara di sejumlah daerah di Flores, NTT.

ADVERTISEMENT

Kabupaten Nagekeo

  • Rumah Terverifikasi: 15.929 unit
  • Rumah Rusak Berat: 218 unit
  • Rumah Rusak Sedang: 1.523 unit
  • Rumah Rusak Ringan: 3.475 unit
  • Rumah Tidak Mengalami Kerusakan: 10.713 unit

Kabupaten Manggarai

  • Rumah Terverifikasi: 7.089 unit dari 22.758 unit data awal
  • Rumah Rusak Berat: 448 unit
  • Rumah Rusak Sedang: 1.262 unit
  • Rumah Rusak Ringan: 1.279 unit
  • Rumah Tidak Mengalami Kerusakan: 4.100 unit

Kabupaten Manggarai Timur

  • Rumah Terverifikasi: 7.366 unit dari 24.392 unit data awal
  • Rumah Rusak Berat: 1.078 unit
  • Rumah Rusak Sedang: 1.499 unit
  • Rumah Rusak Ringan: 2.085 unit
  • Rumah Tidak Mengalami Kerusakan: 2.704 unit

Kabupaten Manggarai Barat

  • Rumah Terverifikasi: 12.367 unit dari 12.613 unit data awal
  • Rumah Rusak Berat: 468 unit
  • Rumah Rusak Sedang: 1.930 unit
  • Rumah Rusak Ringan: 4.187 unit
  • Rumah Tidak Mengalami Kerusakan: 5.782 unit

Kabupaten Ngada

  • Rumah Terverifikasi: 7.544 unit dari 12.297 unit data awal
  • Rumah Rusak Berat: 126 unit
  • Rumah Rusak Sedang: 911 unit
  • Rumah Rusak Ringan: 2.910 unit
  • Rumah Tidak Mengalami Kerusakan: 3.597 unit

Kabupaten Sikka

  • Rumah Terverifikasi: 1.001 unit dari 4.248 unit data awal
  • Rumah Rusak Berat: 43 unit
  • Rumah Rusak Sedang: 137 unit
  • Rumah Rusak Ringan: 184 unit
  • Rumah Tidak Mengalami Kerusakan: 637 unit

Kabupaten Ende

  • Rumah Terverifikasi: 295 unit dari 10.147 unit data awal
  • Rumah Rusak Berat: 1 unit
  • Rumah Rusak Sedang: 14 unit
  • Rumah Rusak Ringan: 57 unit
  • Rumah Tidak Mengalami Kerusakan: 223 unit

Lebih lanjut, BNPB melakukan pendampingan di tujuh kabupaten terdampak untuk mempercepat penyelesaian pendataan, pemadanan data, penyusunan kajian kebutuhan pascabencana (jitupasna) dan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana (R3P), serta tahapan pemulihan berikutnya. Pemerintah daerah pun diminta segera menyampaikan usulan penanganan rumah rusak sedang dan rusak ringan berdasarkan hasil verifikasi yang telah tervalidasi.

"Seluruh proses pendataan dan verifikasi dilakukan secara bertahap, sebab BNPB bersama pemerintah daerah tidak hanya memastikan jumlah rumah terdampak, tetapi juga memastikan tingkat kerusakannya. Pendataan yang akurat menjadi dasar penting agar penanganan pascabencana dapat diberikan secara tepat sasaran sekaligus dapat dipertanggungjawabkan," tuturnya.



(dhw/zlf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads