Tanah di SCBD Tembus Rp 300 Juta/Meter, Kenapa Harganya Bisa Selangit?

Tanah di SCBD Tembus Rp 300 Juta/Meter, Kenapa Harganya Bisa Selangit?

Danica Adhitiawarman - detikProperti
Selasa, 08 Sep 2026 07:08 WIB
Suasana gemerlap gedung-gedung bertingkat Ibukota Jakarta. Rengga Sancaya/detikcom.
Gedung di Jakarta Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Harga tanah di kawasan primer seperti Sudirman Central Business District (SCBD) Jakarta bisa mencapai ratusan juta rupiah per meter persegi. Kawasan tersebut menjadi salah satu lokasi dengan harga tanah termahal di Jakarta.

Head of Research & Consultancy PT Leads Property Service Indonesia Martin Hutapea mengatakan harga tanah di Jakarta sangat bervariasi, mulai dari sekitar Rp 3 juta hingga Rp 300 juta per meter persegi. Menurutnya, harga tersebut terbentuk mengikuti dinamika pasar.

"Harga tanah di Jakarta sangat lebar kisarannya dan secara umum bisa berkisar Rp 3 juta-an hingga Rp 300 juta-an per meter persegi," kata Martin kepada detikProperti, Minggu (6/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Martin, harga tanah paling mahal berada di kawasan SCBD yang bisa mencapai sekitar Rp 300 juta per meter persegi. Tingginya harga tersebut membuat transaksi jual-beli tanah maupun properti di kawasan itu relatif jarang terjadi.

Sementara itu, tanah dengan harga paling murah tersebar di sejumlah wilayah Jakarta dan tidak terkonsentrasi pada satu kawasan tertentu. Salah satunya berada di sekitar perbatasan Jakarta Timur dan Bekasi. Wilayah Marunda, Cilincing, juga menjadi salah satu kawasan dengan harga tanah yang relatif murah.

ADVERTISEMENT

Martin menyebut harga tanah di kawasan tersebut berada di kisaran Rp 3 juta per meter persegi. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan terdapat lahan milik individu maupun tanah mentah yang ditawarkan dengan harga lebih rendah.

Tanah di kawasan tersebut umumnya dimanfaatkan untuk hunian individu, pergudangan, maupun toko berskala kecil. Harga tanah relatif rendah karena profil kawasan berada di segmen menengah ke bawah dan belum terdapat perkembangan komersial yang signifikan untuk mendorong kenaikan nilai lahan.

Kenapa Harga Tanah di SCBD Mahal?

Martin menjelaskan tingginya harga tanah di SCBD tidak terlepas dari aktivitas komersial yang berkembang di kawasan tersebut. Berbagai kegiatan ekonomi yang berlangsung membuat nilai lahan terus meningkat dalam jangka panjang.

SCBD menjadi lokasi berbagai aktivitas, mulai dari perkantoran, kunjungan tamu hotel, rekreasi di pusat perbelanjaan hingga aktivitas konsumsi individu dan rumah tangga dalam skala besar.

"(Harga tanah di Jakarta mahal) karena kegiatan ekonomi dan segmen yang terbentuk lebih tinggi ketimbang kota-kota lain," ujarnya.

Kawasan SCBD juga dipenuhi bangunan dengan fungsi mixed-use, mulai dari perkantoran, retail, hotel hingga apartemen. Perkembangan tersebut kemudian membentuk komunitas bisnis dan hunian dalam skala besar.

Menurut Martin, harga tanah pada dasarnya terbentuk dari interaksi permintaan dan penawaran. Ketika suatu lahan sudah dimiliki seseorang, pemilik biasanya memiliki ekspektasi tertentu terhadap nilai lahan tersebut.

"Jadi ada suatu harapan atau ekspektasi dari pemilik lahan akan nilai lahan tersebut," katanya.

(dhw/das)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads