Kota Ini Lenyap Dilahap Api Abadi, Asapnya Bisa Bikin Telur Matang

Kota Ini Lenyap Dilahap Api Abadi, Asapnya Bisa Bikin Telur Matang

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Selasa, 08 Sep 2026 06:03 WIB
Centralia merupakan kota mati di AS. Kota ini ditinggal penghuninya lantaran ada api abadi di bawah tanah akibat kebakaran tambang batu bara.
Centralia. Foto: Wikimedia Commons/CCA 2.0
Jakarta -

Kota Centralia lenyap usai dilanda kebakaran besar yang penyebabnya masih misterius hingga saat ini. Api tersebut bahkan hingga kini tidak pernah padam, bara api terus membara dari bawah tanah.

Dilansir dari Business Insider, kebakaran tersebut juga sampai ke tambang batu bara bawah tanah yang terbengkalai. Luas pertambangan tersebut membentang di bawah kota tersebut. Penyebab kebakaran belum diketahui.

Jika datang ke sana, hingga saat ini asap masih tampak dari area tersebut. Warga juga beberapa kali masuk ke kawasan tersebut. Bahkan ada yang iseng membawa teflon dan telur. Kemudian, ia mencari lubang yang mengeluarkan asap. Meskipun tidak ada api yang muncul di permukaan, asap tersebut berhasil membuat telur ceplok matang dalam beberapa menit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di lahan yang terbakar tersebut banyak sekali lubang berasap. Ada yang pernah terperosok ke dalam dan hampir meninggal. Meskipun tidak diketahui apa yang ada di bawah lubang tersebut, warga setempat mengatakan area tersebut harus dihindari karena berbahaya.

Berbicara soal kota ini, dulunya Centralia adalah kota pusat pertambangan yang sudah berdiri sejak 1866. Akses ke lokasi ini terbuka setelah Jalur Kereta Api Mine Run selesai dibangun pada 1854. Jalur tersebut digunakan sebagai akses distribusi batu bara keluar dari lembah ke kota lainnya.

ADVERTISEMENT

Centralia menjadi pusat pertambangan dengan jumlah populasi mencapai 2.761 jiwa pada tahun 1890, menurut data Sensus AS.

Lalu, terjadi kebakaran pada 1962 yang membuat pemerintah membeli sekitar 500 bangunan agar warga pindah. Setelah dibeli, bangunan tersebut dihancurkan. Jalan-jalan juga dirusak dan cabang Jalan Raya 61 yang melewati kota itu ditutup secara permanen dan dialihkan di sekitar kota agar tidak diakses lagi.

Namun, hingga saat ini masih ada saja masyarakat yang bertahan tinggal di sana. Salah satu alasannya rumah di Centralia tersebut adalah rumah pertamanya dan tidak ingin dijual.

(aqi/das)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads