Summarecon Serpong menerapkan prinsip keberlanjutan dalam pengembangan properti dan kawasan terpadu yang menghadirkan berbagai infrastruktur dan fasilitas yang mendukung kualitas hidup masyarakat sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan.
Pengembangan tersebut mencakup ruang terbuka hijau, danau, serta berbagai fasilitas umum dan sosial. Tujuan dari desain kawasan seperti ini untuk menciptakan lingkungan yang nyaman, sehat, dan berkelanjutan.
Dalam pengelolaan kawasan, Summarecon Serpong menerapkan berbagai inisiatif pelestarian lingkungan, seperti pengoperasian Sewage Treatment Plant (STP) untuk mengolah air limbah dan melakukan pemantauan kualitas air melalui pengujian laboratorium secara berkala.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil olahan air limbah melalui sistem STP dapat dimanfaatkan untuk menyiram taman di cluster dan kawasan. Air hujan diserap ke dalam tanah melalui sumur resapan yang terdapat di setiap hunian. Hampir semua air yang digunakan akan kembali ke tanah dan tidak ada yang terbuang ke sungai. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya menuju zero waste.
Di sisi lain, perusahaan juga melakukan pengolahan sampah organik seperti daun, ranting, dahan pohon untuk dijadikan kompos sebagai pupuk alami untuk mendukung pemeliharaan ruang terbuka hijau dan area lanskap di dalam kawasan.
Komitmen terhadap keberlanjutan juga diwujudkan melalui pengembangan dan pemeliharaan ruang terbuka hijau dan penanaman pohon di dalam kawasan. Pada masing-masing cluster terdapat lebih dari 230 pohon untuk menciptakan lingkungan yang lebih hijau, asri, dan nyaman, sekaligus meningkatkan kualitas udara, mengurangi suhu lingkungan, serta mendukung keberlanjutan kawasan hunian.
Pada beberapa cluster Summarecon Serpong juga memiliki innercourt di dalam hunian yang bertujuan untuk memaksimalkan pencahayaan dan penghawaan di dalam bangunan. Penggunaan secondary skin pada fasad selain sebagai aksen yang menambah nilai estetika bangunan, juga sebagai penghalau panas masuk ke dalam bangunan. Pemanfaatan KDB di bawah 60 persen, bahkan hingga 30 persen untuk mid rise Condovilla agar dapat memaksimalkan area resapan.
Material bangunan yang digunakan pada pembangunan cluster hunian dan kawasan sebagian besar telah memiliki sertifikat green label sebagai upaya untuk mendukung pengurangan dampak lingkungan pada saat proses produksi material hingga sepanjang siklus hidup bangunan.
Berkat hal tersebut, Summarecon Serpong mendapat penghargaan Anugerah Ekonomi Hijau atas Apresiasi atas Pengembangan Kawasan Berkelanjutan. Penghargaan tersebut diterima oleh Albert Luhur selaku Executive Director Summarecon Serpong, Albert Luhur di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Kamis (3/9/2026).
Sebagai informasi, Anugerah Ekonomi Hijau merupakan apresiasi yang diberikan oleh detikcom untuk program dan inisiatif yang dilakukan korporasi, lembaga dan organisasi yang memiliki kepedulian tinggi terhadap environmental, social dan governance (ESG).
(aqi/das)
