Presiden Prabowo Subianto ingin ada peningkatan kualitas hunian dan lingkungan tempat tinggal masyarakat. Dalam rapat terbatas bersama sejumlah menteri di Hambalang, ia berharap lingkungan permukiman bisa dibenahi secara menyeluruh.
"Rapat membahas upaya menghadirkan rumah yang lebih layak dan terjangkau, termasuk kebijakan untuk meringankan akses pembiayaan perumahan agar semakin banyak masyarakat dapat memiliki rumah," tulis Sekretariat Kabinet dalam keterangannya @sekretariat.kabinet, pada Selasa (1/9/2026).
Dalam rapat tersebut hadir sejumlah menteri, termasuk Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara). Dilaporkan program bedah rumah telah menjangkau 400 ribu rumah. Angka tersebut naik dari capaian sebelumnya yang hanya 45 ribu unit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu, lewat Gerakan Indonesia ASRI akan dilakukan peningkatan kualitas lingkungan melalui penyediaan dan perbaikan air bersih dan MCK, pengelolaan sampah, serta peningkatan kebersihan dan keindahan lingkungan.
"Karena rumah yang layak bukan hanya tentang bangunan. Tempat tinggal juga harus berada di lingkungan yang bersih, sehat, aman, nyaman, resik, dan indah," tulis dalam keterangan tersebut.
Sebelumnya diberitakan, Gerakan Indonesia ASRI ini diumumkan oleh Prabowo pada akhir Juli 2026. Ia mengatakan ingin memperbaiki kota/kabupaten di Indonesia melalui Gerakan Indonesia ASRI (aman, sehat, resik, dan indah). Ia akan mengumpulkan gubernur hingga bupati untuk membahas gerakan tersebut.
"Nanti ada rapat khusus gubernur, semua bupati, saya akan kumpulkan di Jakarta, saya tidak tahu persisnya kapan, khusus bicara tentang (Gerakan) Indonesia ASRI. ASRI, aman, sehat, resik, dan indah," kata Prabowo dalam acara akad massal 62.000 rumah subsidi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).
Menurutnya, gerakan ini sangat penting untuk menjaga tampilan Indonesia, terutama di mata wisatawan luar negeri. Lingkungan kota hingga perumahan perlu dijaga agar terlihat ASRI.
