Sebuah rumah di Pinrang, Sulawesi Selatan sengaja dibangun berlapis ubin keramik pada bagian dinding hingga fasadnya. Bukan tanpa alasan, rumah keramik seperti ini ternyata menguntungkan pemilik rumah, lho.
Rusmaladewi (25) selaku anak pemilik rumah mengatakan rumah itu dibangun oleh orang tuanya pada 1996 dan mulai dihuni sejak 1997. Rumah ini sejak awal memang dirancang berlapiskan keramik.
Penggunaan keramik pada bagian dinding untuk memudahkan perawatan rumah. Pemilik tidak capek-capek mengecat ulang dinding karena sudah usang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alasan rumah dikeramik supaya nggak ribet lagi ganti-ganti cat rumah," kata perempuan yang akrab disapa Mala itu kepada detikProperti belum lama ini.
Lebih dari itu, fasad rumah juga dipasang full keramik. Tujuannya untuk mencegah tampilan dinding pudar dan berjamur.
"Bagian depannya kenapa dikeramik semua, karena biar kalau kena matahari warnanya nggak pudar dan tidak berjamur. Jadi aman karena kalau pagi rumahnya langsung berhadapan dengan matahari pagi," ucapnya.
Selain perawatan mudah, tinggal di rumah keramik terasa sejuk. Menurut Mala, tempat tinggalnya cukup adem di siang hari dan dingin saat malam tiba. Adapun rumahnya tidak menggunakan AC, penghuni rumah hanya mengandalkan kipas angin.
"Plusnya punya rumah seperti ini, rumahnya adem dan nggak pusing lagi deh kalau ada tembok yang retak-retak," tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, rumah berlapis keramik di Pinrang menyita perhatian warganet. Bangunan rumah itu berbeda dari kebanyakan rumah lantaran strukturnya dilapisi ubin keramik.
Mala melalui akun Instagram @dewirus22 menunjukkan berbagai sisi rumah. Ia pun mendeskripsikan rumahnya 'full keramik'.
Terlihat bagian lantai, tangga, dinding, bahkan fasad rumah didominasi ubin. Setiap ruangan juga dilapisi keramik, mulai dari teras, balkon, kamar tidur, kamar mandi, dan musala.
"Pov: rumah full keramik," tertulis pada video Instagram @dewirus22, dikutip pada Jumat (21/8/2026).
Ubin keramik itu menghiasi bangunan. Keramik yang digunakan bernuansa putih, pink, merah, dan biru. Beberapa bagian rumah juga memakai keramik bergambar dan berkaligrafi.
Mala mengatakan sebagian besar rumah menggunakan keramik. Namun, dinding di lantai satu tidak dilapisi keramik.
"Cuma lantai satu bagian dalamnya saja yang tidak keramik. Yang lainnya keramik, termasuk bagian depan rumah," kata Mala.
(dhw/das)
