Infografis: Kenapa Lantai Atas Rumah Terasa Panas? Ini Penjelasannya

Infografis: Kenapa Lantai Atas Rumah Terasa Panas? Ini Penjelasannya

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Kamis, 20 Agu 2026 11:00 WIB
Infografis penyebab lantai 2 rumah panas
Foto: Infografis ini dibuat menggunakan NotebookLM dengan sumber detikProperti
Jakarta -

Punya rumah dua lantai banyak sekali keuntungannya. Namun, ada satu masalah yang biasanya baru diketahui setelah rumah jadi, yakni lantai atas terasa sangat panas saat siang hari dibandingkan lantai bawahnya.

Rasa panasnya seperti masuk ke ruangan yang pengap. Bahkan, panas bisa seperti membungkus tubuh dan menusuk kulit.

Biasanya lama kelamaan tubuh bisa beradaptasi dengan perubahan suhu tersebut. Selain itu, pemakaian AC dan kipas angin juga bisa membantu suhunya jauh lebih adem. Namun, itu bukan jalan keluar jangka panjang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari situs Trane, lantai dua yang terasa lebih panas bisa disebabkan oleh beberapa hal, berikut penjelasannya.

1. Pemilihan Atap yang Tidak Tepat

Lantai dua atau lantai paling atas pasti bersinggungan dengan atap. Ketika siang hari panas tersebut bisa tembus ke dalam rumah. Di samping itu, udara panas memang pergerakannya selalu ke atas sehingga panas dari lantai bawah pun akan lari ke atas. Oleh karena itu, lantai dua akan terasa panas jika dibandingkan dengan lantai bawah.

ADVERTISEMENT

Jenis atap yang direkomendasikan dan terkenal bisa menangkal panas agar tidak masuk ke rumah adalah genteng, metal, keramik, atau beton.

2. Sirkulasi Udara yang Buruk

Masalah udara panas dari lantai bawah yang lari ke lantai atas ini bisa diatasi dengan sirkulasi udara yang baik. Bisa dengan ventilasi silang atau perbanyak ventilasi di setiap sudut rumah. Dengan begitu udara panas bisa terdorong keluar dan udara segar masuk ke dalam.

Salah satu sumber sirkulasi udara bisa berasal dari balkon di lantai dua, tetapi dengan pintu yang terbuka dapat menambah banyaknya debu yang masuk ke dalam rumah.

Jika ingin tetap mendapatkan udara tanpa debu berlebihan, bisa memasang pintu jaring yang juga berguna untuk menghalau serangga masuk.

3. Peningkatan Suhu

Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, naiknya udara panas ke lantai atas membuat suhu di sana menjadi panas.

Selain memperbanyak ventilasi untuk sirkulasi udara, cara lain yang bisa digunakan dengan memasang kipas dan pendingin ruangan atau AC. Usahakan untuk mengurangi penggunaan lampu pada ruangan yang jarang digunakan.

Bisa juga dengan memasang tirai di jendela atau balkon pada siang hari. Bahan tirai yang baik menahan panas adalah tirai bambu yang bisa digulung. Tirai ini dapat menghalau sinar matahari langsung masuk ke dalam rumah.

Itulah penyebab lantai atas terasa lebih panas dari lantai bawah di rumah. Semoga bermanfaat!



(aqi/dhw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads