Rumah dengan lebih banyak kamar tidur sekarang semakin laris di Jabodetabek. Pada kuartal-II 2026, penjualan rumah dengan 4 kamar tidur mendominasi penjualan. Meskipun rata-rata luas rumah juga masih relatif kecil.
Head of Research JLL Indonesia, James Taylor, mengatakan penjualan rumah 4 kamar ini dipicu oleh pengembang yang menyelipkan tambahan kamar tidur. Desain rumah ini menyasar keluarga muda yang sedang berkembang.
Meski demikian, James tidak yakin tren ini akan berlangsung lama. Sebab, tren rumah empat kamar itu merupakan hasil eksperimen pengembang yang menghadirkan tipe produk baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada kuartal ini, kami melihat penjualan unit empat kamar tidur yang cukup kuat. Saya tidak tahu apakah ini akan menjadi tren jangka panjang, tetapi ini mencerminkan pengembang tertentu yang memasukkan kamar tidur tambahan ke dalam unit yang masih relatif kecil," ujar James dalam Media Briefing Jakarta Property Market Overview 2Q 2026, Jakarta Selatan, Selasa (18/8/2026).
Lebih lanjut, selama kuartal ini sebanyak kurang lebih 3.900 unit rumah sudah terjual di kawasan Jabodetabek. Angka ini terbilang stabil, bahkan di tengah ketidakpastian pasar. Adapun tingkat penjualan tinggi di angka 90 persen.
Ia mengungkapkan masyarakat paling banyak membeli rumah yang harganya mulai Rp 600 juta hingga Rp 1,3 miliar. Sebanyak 32 persen dari penjualan ada di kategori ini.
Selain itu, proyek rumah yang dibanderol di bawah Rp 600 juta dan di atas Rp 3 miliar juga mengalami peningkatan. Penjualan rumah harga di kedua kategori tersebut sama-sama ada di angka 19 persen.
"Titik harga paling populer berada di segmen pasar yang lebih terjangkau, yaitu kurang dari 2 miliar unit. Itu mewakili hampir tiga per empat dari penjualan," ucapnya.
Lebih lanjut, permintaan rumah tapak banyak terjadi di township yang sudah berkembang dengan fasilitas lengkap dan infrastruktur yang siap. Permintaan terkuat ada di wilayah-wilayah yang memiliki jalan, transportasi, pusat perbelanjaan, hingga sekolah.
Sementara itu, Head of Growth and Head of Strategic Consulting Vivin Harsanto mengatakan rumah empat kamar tidur ini sebenarnya tidak berukuran besar. Luas rumah bisa berkisar 35-100 meter persegi.
Namun, keluarga muda memang cenderung mencari harga rumah yang terjangkau dan memiliki fasilitas lingkungan yang lengkap, apalagi dengan kamar tidur tambahan. Kamar tidur tambahan itu memenuhi kebutuhan ruang keluarga. Menurutnya, pergeseran tren rumah ini juga didukung oleh keberadaan di township yang sudah maju.
"Memang yang dikejar adalah affordability untuk bisa memiliki rumah yang lebih besar atau lebih banyak kamarnya karena kebutuhan," ujar Vivin.
Ia mencontohkan sebuah keluarga bisa membutuhkan lebih banyak ruangan karena ada sejumlah anak. Lalu, bisa saja dibutuhkan ruangan untuk asisten rumah tangga.
Dengan tren ini, menurut Vivin pengembang dapat mengambil peluang dengan berinovasi membuat rumah terjangkau tetapi tetap memiliki kamar tidur yang cukup buat kebutuhan keluarga.
(dhw/das)
