Nusa Tenggara Timur (NTT) dihantam gempa berkekuatan magnitudo (M) 7,7 disertai 341 gempa susulan. Guncangan dahsyat itu mengakibatkan ribuan bangunan rusak, termasuk rumah dan perkantoran.
Dilansir dari detikNews, tercatat 1.357 rumah terdampak gempa. Sebanyak 914 unit rumah mengalami rusak berat, 126 rusak sedang, dan 317 rusak ringan.
Selain itu, puluhan fasilitas publik juga rusak parah, di antaranya 93 fasilitas pendidikan, 36 fasilitas kesehatan, serta 38 kantor pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Guncangan gempa yang telah diikuti oleh 341 kali aktivitas gempa susulan ini memicu dampak kehancuran yang signifikan," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam keterangannya, Minggu (16/8/2026).
Bencana itu mengakibatkan 47 orang meninggal dunia. Berton menjelaskan, korban meninggal dunia terbanyak berada di Kabupaten Manggarai 23 jiwa dan Manggarai Timur 17 jiwa. Kemudian, korban jiwa lainnya tersebar di Kabupaten Sikka 4 jiwa, Manggarai Barat 1 jiwa, Ende 1 jiwa, dan Nagekeo 1 jiwa. Adapun setidaknya 101 warga dilaporkan luka-luka dengan tingkat keparahan yang beragam.
"Berdasarkan pemutakhiran data per Minggu (16/8) pukul 00:00 WIB, konsentrasi pengungsi terbesar di NTT saat ini terpantau di Kabupaten Sikka dengan total 3.356 jiwa. Mereka tersebar di GOR Samador sebanyak 1.356 jiwa dan mandiri 2.000 jiwa di 10 titik pengungsian," kata dia.
Di sisi lain, lebih dari 5.000 jiwa terpaksa mengungsi. Berton mengatakan pemenuhan hak-hak dasar dan logistik di pengungsian kini menjadi salah satu prioritas penanganan darurat.
Para penyintas, khususnya di Kabupaten Manggarai, membutuhkan bantuan mendesak berupa puluhan tenda darurat, 30 ton beras, obat-obatan, 1.000 selimut, 1.000 velbed, 1.000 lembar tikar, pasokan air bersih (tandon), hingga genset.
"Sedangkan di Kabupaten Manggarai, jumlah pengungsi mencapai total 2.078 jiwa. Ratusan pengungsi lainnya juga dilaporkan bertahan di Nagekeo sebanyak 500 jiwa, dan dua wilayah di provinsi berbeda, yaitu Bima, hingga Kepulauan Selayar," imbuhnya.
Tim gabungan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sampai saat ini masih bersiaga menyisir lokasi untuk melakukan pendataan dan verifikasi lanjutan.
