Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah sudah membantu hampir 100 ribu pembelian rumah masyarakat melalui Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Program ini dirasakan salah satunya oleh seorang penjual kelinci di Samarinda bernama Andre Kawaru.
Sebelumnya, Andre tinggal di sebuah kontrakan selama bertahun-tahun. Namun, sekarang ia sudah bisa membeli rumah murah.
"Bapak Andre Kawaru dari Samarinda, ia berdagang kelinci dari pasar ke pasar malam hari. Bertahun-tahun hidup di rumah kontrakan. Melalui KPR subsidi FLPP, Pak Andre kini memiliki rumah sendiri," ujar Prabowo dalam pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPD DPR RI 2026 di Kompleks Parlemen Senayan, Jumat (14/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk diketahui, pemerintah menetapkan kuota rumah subsidi melalui skema FLPP sebesar 350.000 unit tahun ini. Program itu menawarkan bantuan KPR subsidi untuk rumah murah.
Selain bisa beli rumah murah, buku bunga KPR 5 persen tetap selama jangka waktu dan pembayaran uang muka mulai dari 1%. Lalu, pembelian rumah subsidi pun bebas PPN.
Selain itu, pemerintah juga membantu merenovasi rumah tidak layak huni melalui program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS). Prabowo mengatakan 83.907 rumah sudah mendapat bantuan renovasi tahun ini hingga 30 Juni 2026.
Salah satu penerima bantuan tersebut adalah Thelma Humena dari kota Manado. Dulu rumahnya memiliki fondasi rapuh, lalu dinding, lantai serta atapnya rusak. Melalui BSPS, keluarganya dapat memperbaiki rumah tersebut.
"Kita akan sekarang mencari langkah-langkah untuk menambah perbaikan rumah," tuturnya.
Di samping itu, Prabowo menyebutkan pemerintah memberikan kredit program perumahan. Kredit ini menjangkau 98.078 debitur.
Ia pun menyatakan rumah bukan sekadar aset bagi jutaan masyarakat Indonesia. Rumah merupakan ketenangan, martabat, dan masa depan bagi Indonesia.
"Rumah bukan sekadar bangunan, rumah adalah tempat keluarga berlindung, tempat anak belajar, dan keluarga bertumbuh," ucapnya.
