Proses pembangunan properti tidak hanya bergantung pada desain dan material yang digunakan, tetapi juga bagaimana komponen bangunan diproduksi dan dipasang di lapangan. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah sistem prefabrikasi, yakni pembuatan sebagian komponen bangunan di luar lokasi proyek sebelum kemudian dibawa dan dirakit di lokasi.
Metode ini sudah ramai diterapkan di sejumlah proyek properti di Indonesia. Meski beriklim tropis, metode ini dinilai cocok untuk diterapkan di Indonesia. Metode prefabrikasi memungkinkan sejumlah pekerjaan dilakukan secara paralel dan dalam lingkungan yang lebih terkontrol. Bagi proyek dengan tuntutan waktu dan kualitas tertentu, pendekatan tersebut dapat digunakan untuk membantu mengurangi risiko keterlambatan, ketidakkonsistenan pengerjaan, maupun perubahan biaya selama proses konstruksi.
Dalam sistem prefabrikasi, komponen bangunan seperti struktur dan panel dinding dapat diproduksi terlebih dahulu di pabrik. Setelah selesai, komponen tersebut dikirim ke lokasi untuk dirakit menjadi bagian dari bangunan. Dengan proses tersebut, sebagian pekerjaan konstruksi tidak seluruhnya dilakukan di lokasi proyek.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Executive Vice President PT Polymindo Permata, produsen TenuNYamaN dari Virofab, Johan Yang mengatakan penggunaan sistem tersebut kini diarahkan dari tahap pembuktian konsep menuju penerapan pada proyek nyata.
"Setelah membuktikan sistem melalui TenuNYamaN di ARCH, fokus kami kini bukan lagi sekadar menunjukkan bahwa prefabrikasi dapat bekerja. Kami ingin memperlihatkan bahwa ViroFab sudah menjadi solusi yang siap diterapkan untuk proyek luxury hospitality dan premium residential, dengan kepastian kualitas, waktu dan biaya tanpa mengurangi kebebasan desain arsitektur," ujar Johan dalam keterangannya, Jumat (4/8/2026).
Proyeknya tersebut ditampilkan dalam JIA Curated 2026 di Pantai Pengembak, Sanur, Bali, pada 13-17 Agustus 2026. Dalam proyek ini, struktur, dinding hingga elemen anyaman difabrikasi di pabrik sebelum dirakit di lokasi. Menurut perusahaan, proses pembangunan TenuNYamaN dapat diselesaikan dalam waktu sedikit lebih dari satu minggu.
Salah satu alasan prefabrikasi digunakan adalah untuk membuat proses pengerjaan lebih terukur. Pekerjaan yang dilakukan di fasilitas pabrik memungkinkan produksi berlangsung dalam kondisi yang lebih terkontrol. Dalam konsep ViroFab, pendekatan off-site fabrication juga memungkinkan sejumlah pekerjaan berjalan secara paralel.
Pendekatan tersebut ditujukan untuk menjawab beberapa persoalan yang dapat muncul dalam pembangunan konvensional, mulai dari keterlambatan akibat cuaca, logistik dan ketersediaan tenaga kerja hingga risiko pembengkakan anggaran dan perbedaan kualitas pengerjaan di lapangan.
Meski sebagian proses dilakukan di pabrik, sistem prefabrikasi tidak selalu berarti desain bangunan menjadi seragam. ViroFab menyebut sistemnya tetap memberikan ruang bagi arsitek untuk menyesuaikan desain dengan kebutuhan masing-masing proyek. Prinsip yang digunakan adalah rancangan arsitek kemudian diterjemahkan ke dalam solusi yang siap diproduksi dan dirakit.
Untuk penerapan di kawasan tropis, aspek ketahanan terhadap kondisi lingkungan juga menjadi perhatian. ViroFab menyebut sistemnya dirancang untuk menghadapi panas, kelembapan, curah hujan tinggi hingga lingkungan pesisir, dengan penggunaan material berkinerja tinggi.
"Kami ingin pengunjung tidak hanya melihat bagaimana sebuah bangunan dibuat, tetapi juga merasakan bagaimana teknologi, desain, material, pencahayaan, lanskap dan berbagai elemen lainnya dapat bekerja bersama menciptakan pengalaman ruang. Itulah mengapa TenuNYamaN kami hadirkan sebagai living showcase, bukan sekadar booth pameran," jelas Johan.
Dari sisi pengembangan properti, penggunaan prefabrikasi pada akhirnya bukan hanya berkaitan dengan kecepatan pembangunan. Kepastian waktu, biaya dan kualitas menjadi bagian dari pertimbangan yang ingin dijawab melalui proses produksi yang lebih terkontrol.
"Kami percaya masa depan konstruksi bukan hanya tentang membangun lebih cepat, tetapi membangun dengan lebih pasti. Pada akhirnya, kami tidak menjual prefab semata. Kami menghadirkan certainty for luxury development," tegas Johan.
ViroFab juga menyebut menyediakan garansi standar dua tahun untuk cacat manufaktur dan struktural, dengan opsi extended warranty hingga 10 tahun melalui service contract.
Penggunaan prefabrikasi pada proyek properti tropis dengan demikian menjadi salah satu pendekatan yang mencoba menggeser sebagian proses konstruksi dari lokasi proyek ke fasilitas produksi.
