Harga tanah tiap tahun mengalami perubahan. Berdasarkan Laporan dari Market Beat Cushman & Wakefield pada akhir 2025 harga tanah di wilayah Jabodetabek mengalami penyesuaian yang signifikan.
Dari kelima kawasan tersebut harga rata-rata tanah di Jakarta masih menjadi primadona, nilainya tembus Rp 16.224.082 per meter persegi. Di bawah Jakarta, ada Tangerang dengan harga rata-rata tanah sekitar Rp 14.824.953 per meter persegi.
Selisih sedikit, Bekasi menyusul dengan harga rata Rp 10.985.202 per meter persegi. Sementara kawasan Bogor-Depok harga rata-ratanya mirip, yakni sekitar Rp 8.950.369 per meter persegi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut ini rincian rata-rata harga tanah di Jabodetabek pada semester II 2025.
- Jakarta: Rp 16.224.082 per meter persegi
- Tangerang: Rp 14.824.953 per meter persegi
- Bogor-Depok: Rp 8.950.369 per meter persegi
- Bekasi: Rp 10.985.202 per meter persegi
Sementara itu, berikut ini rata-rata harga tanah di Jabodetabek pada semester II 2024.
- Jakarta: Rp 15.968.989 per meter persegi
- Tangerang: Rp 14.967.943 per meter persegi
- Bogor-Depok: Rp 8.798.005 per meter persegi
- Bekasi: Rp 10.875.451 per meter persegi
Apabila dihitung secara keseluruhan, laporan tersebut menyebutkan harga rata-rata tanah di wilayah Jabodetabek meningkat 1,58 persen dibandingkan tahun atau menjadi Rp 12.746.152 per meter persegi.
Peningkatan ini menunjukkan penyesuaian harga yang sehat dan stabil. Banyak faktor yang mendorong hal ini, tetapi pendukung utamanya adalah pengembangan infrastruktur dan sarana publik yang terjadi sepanjang tahun 2025 pada beberapa daerah sehingga harga tanah semakin menguat di Jabodetabek.
Bagaimana dengan Sektor Perumahan?
Jika berbicara soal harga tanah, tidak bisa lepas dari bahasan soal perumahan. Sebab banyak lahan di Jabodetabek digunakan untuk pembangunan terutama untuk hunian.
Dalam laporan di akhir 2025 tersebut permintaan akan rumah tapak mengalami peningkatan sebesar 5,6 persen dibandingkan semester sebelumnya.
Rumah di rentang harga Rp 1-2 miliar menjadi motor utama penjualan di 2025 dengan 26,4 persen dari total transaksi.
Kemudian, segmen rumah menengah atas juga tak kalah tinggi peminatnya. Tercatat segmen ini menarik pangsa 26,1 persen. Terakhir, ada segmen rumah atas yang nilainya beda tipis, yakni sebesar Rp 25,4 persen. Dengan begitu, produk kelas atas semakin menarik di mata masyarakat.
(aqi/das)
