Rumah di Kota Ini Paling Murah se-New York tapi Terancam Jadi 'Kota Hantu'

Rumah di Kota Ini Paling Murah se-New York tapi Terancam Jadi 'Kota Hantu'

Danang Sugianto - detikProperti
Selasa, 11 Agu 2026 16:17 WIB
Utica, Mohawk Valley, New York
Utica, Mohawk Valley, New York (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Ada kota di Amerika Serikat (AS) yang menawarkan rumah dengan harga relatif murah, bahkan ada yang dibanderol sekitar Rp 1,4 miliar. Namun, alih-alih diburu pembeli dan menjadi kawasan hunian favorit, kota ini justru terus kehilangan penduduk.

Kota tersebut adalah Utica, yang berada di wilayah Mohawk Valley, New York. Kota ini disebut sebagai salah satu lokasi dengan harga rumah paling terjangkau di negara bagian New York.

Mengutip New York Post, Selasa (11/8/2026), nilai rumah di sejumlah kawasan Utica berada di kisaran US$ 87.000-157.000 atau sekitar Rp 1,5-2,7 miliar (asumsi kurs Rp 17.800/US$). Biaya sewanya juga tergolong rendah dibanding kota lain di New York, mulai sekitar US$ 900 atau Rp 16 juta per bulan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Biaya hidup di Utica bahkan sekitar 28-33% lebih rendah dibandingkan rata-rata negara bagian New York.

Namun, sederet angka tersebut ternyata belum mampu membuat masyarakat bertahan. Utica justru mengalami penurunan jumlah penduduk dari tahun ke tahun.

ADVERTISEMENT

Data menunjukkan populasi kota tersebut menyusut sekitar 0,74% per tahun. Sejak sensus 2020, jumlah penduduknya telah berkurang lebih dari 4%.

Analisis migrasi terbaru juga menempatkan Utica sebagai salah satu wilayah di bagian utara New York yang mengalami kehilangan penduduk cukup besar, yakni sekitar 1.500 orang.

Kondisi tersebut membuat Utica menghadapi persoalan yang cukup unik: harga rumah murah, tetapi orang-orang justru pergi.

Seorang agen properti yang telah lama beroperasi di kawasan Mohawk Valley menggambarkan kondisi tersebut dengan cukup gamblang.

"Ini rumah termurah yang pernah Anda beli dan juga yang paling sulit Anda jual kepada anak-anak Anda," kata agen tersebut kepada New York Post dengan syarat identitasnya dirahasiakan.

"Harga bukan masalah. Masalahnya adalah segala sesuatu yang lainnya," sambungnya.

Ditinggalkan Sejak Industri Besar Pergi

Fenomena Utica tidak muncul tiba-tiba. Kota ini telah mengalami persoalan ekonomi selama puluhan tahun.

Utica termasuk kawasan Rust Belt yang terdampak deindustrialisasi. Sejumlah perusahaan besar seperti General Electric dan Lockheed Martin pernah menutup fasilitasnya, sementara lapangan pekerjaan bergeser ke kawasan pinggiran kota.

Hilangnya lapangan kerja kemudian ikut menggerus basis pajak kota dan memperburuk kondisi ekonomi masyarakat.

Saat ini, tingkat kemiskinan di Utica berada di atas 27%, hampir dua kali lipat dibandingkan angka nasional AS. Tingkat pengangguran juga berada di kisaran 4,5-6%.

Situasi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa harga rumah yang murah belum cukup untuk menarik masyarakat menetap.

Seorang pemilik rumah di Utica yang baru memasang propertinya untuk dijual mengatakan harga rumah sebenarnya bukan persoalan. "Anda bisa mendapatkan satu rumah utuh di sini dengan harga yang sama dengan uang muka rumah di Brooklyn," katanya kepada New York Post.

Namun, menurutnya, tantangannya adalah meyakinkan orang bahwa harga murah tersebut merupakan alasan untuk tinggal di Utica, bukan sekadar kesempatan membeli rumah kemudian menyewakannya.

(das/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads