Mentawai Bakal Punya Resort Eco-Green 5.000 Hektare!

Mentawai Bakal Punya Resort Eco-Green 5.000 Hektare!

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Selasa, 11 Agu 2026 15:25 WIB
Pengunjung menggunakan perahu bercadik menikmati perjalanan di antara Pulau Putoutougat dan Pulau Silabok, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Rabu (8/2/2023). Pulau Putoutougat merupakan salah satu gugusan pulau di Mentawai yang terkenal dengan spot pemandangan terbaik bagi wisatawan lokal dan mancanegara.
Ilustrasi salah satu pulau di Kepulauan Mentawai. Foto: Iggoy el Fitra/Antara Foto
Jakarta -

Pemerintah Kabupaten Mentawai menggandeng kelompok usaha nasional Riyadh Group Indonesia (RGI) untuk mengembangkan destinasi wisata seluas sekitar 5.000 hektare beserta fasilitas pendukungnya di Kepulauan Mentawai. Harapannya proyek ini bisa memperkenalkan Mentawai sebagai kepulauan dengan spot ombak terbaik di dunia.

RGI akan menjadi pengembang utama (master developer), mengelola aktivitas investasi, pengembangan dan pemasaran kawasan destinasi wisata di Kepulauan Mentawai. Kawasan pariwisata terpadu ini akan berkonsep eco-green dan diharapkan dapat menjadi percontohan bagi pengembangan kawasan wisata lainnya.

Destinasi berkonsep Luxury Eco Resort ini dukungan oleh para investor global seperti dari Eropa, Timur Tengah, Tiongkok, Korea, Jepang dan Indonesia terutama pengembang anggota Realestat Indonesia (REI).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penandatanganan nota kesepahaman bersama (MoU) antara kedua belah pihak dilakukan oleh Bupati Kepulauan Mentawai Rinto Wardana dan Presiden Direktur Riyadh Group Indonesia Bally Saputra Datuk Janosati di Jakarta, Senin (10/8/2026).

Penandatanganan nota kesepahaman bersama (MoU) Pemerintah Kabupaten Mentawai dan Riyadh Group Indonesia (RGI)Penandatanganan nota kesepahaman bersama (MoU) Pemerintah Kabupaten Mentawai dan Riyadh Group Indonesia (RGI) Foto: Dok Pemerintah Kabupaten Mentawai

ADVERTISEMENT

"Kami ingin mendorong kawasan destinasi wisata ini beserta sarana-sarana pendukungnya menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) atau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang berdaya saing global," kata Rinto dalam keterangannya, dikutip detikcom pada Selasa (11/8/2026).

Menurutnya, semua tahapan perencanaan, pembangunan, dan pengelolaan kawasan didasarkan pada prinsip pembentukan Ekosistem Terintegrasi yang meliputi ekosistem pendukung (energi, air, transportasi, dan pariwisata) yang dibangun dan dikelola menggunakan pemanfaatan teknologi Economic Intelligence (Kecerdasan Ekonomi) dan Artificial Intelligence (Kecerdasan Buatan) guna memastikan efisiensi, keberlanjutan (sustainability), serta daya saing kawasan berstandar dunia.

Memang nantinya di lokasi tersebut juga akan dibuat beberapa fasilitas pendukung, antara lain pembangunan pembangkit listrik/Energi Baru Terbarukan (EBT) seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) beserta jaringan listriknya.

Selain pembangunan pusat data (data center) beserta jaringan komunikasi data, pengolahan air bersih, digitalisasi sistem pendukung, pengembangan perikanan, hilirisasi budidaya laut, serta pengembangan sarana transportasi termasuk pelabuhan, Kapal fiber dan bandar udara.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai berkomitmen memfasilitasi keterjaminan legalitas lahan dan pembangunan infrastruktur jalan. Kemudahan perizinan dibutuhkan untuk kelancaran proyek dan agar dapat selesai tepat waktu,

"Perizinan tentu menjadi domain pemerintah daerah. Sedangkan terkait lahan, kami sudah melakukan persiapan dan pra-persiapan untuk pembebasan lahan kawasan seluas 5.000 hektar tersebut," jelas Rinto.

Di sisi lain, pemda juga melakukan penjajakan dan meyakinkan masyarakat bahwa pengembangan kawasan pariwisata kelas dunia ini adalah tawaran investasi menarik yang bersifat sekali jalan. Jika tidak dilaksanakan, tawaran investasi ini bisa diserahkan ke daerah lain.

Rinto juga memastikan pekerja yang direkrut dalam proyek ini diprioritaskan warga lokal. Jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan. Pendidikan dan pelatihan juga akan diberikan guna menunjang keterampilan SDM di bidang pariwisata.

Presiden Direktur RGI Bally Saputra menyatakan pengembangan kawasan wisata ini akan menjaga ekosistem ekonomi dan pemberdayaan sosial masyarakat sekitar. Penerapan eco-green resort juga mengutamakan integrasi ketahanan pangan kawasan (sejenis food estate skala resor) guna memenuhi kebutuhan logistik kawasan secara mandiri.

"Termasuk penerapan sistem meritokrasi dalam penyerapan tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi dan sertifikasi untuk operasional kawasan sesuai komitmen bapak bupati," tegas Bally.

Ia berharap Kepulauan Mentawai bisa menjadi pusat pariwisata dan olahraga surfing dunia. Ia mendorong terwujudnya kerja sama Sister City antara Mentawai, Miami dan Hawaii (M2H) ke depannya.



(aqi/zlf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads