Prabowo Mau Tiru Cara India Bangun 3 Juta Rumah per Tahun

Prabowo Mau Tiru Cara India Bangun 3 Juta Rumah per Tahun

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Kamis, 30 Jul 2026 18:32 WIB
Presiden Prabowo Subianto menghadiri akad massal di Batang, Jawa Tengah
Presiden Prabowo Subianto menghadiri akad massal di Batang, Jawa Tengah (Foto: via YouTube Sekretaris Kabinet)
Batang -

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan India berhasil membangun 40 juta rumah dalam 12 tahun. Dalam kata lain India dapat membangun 3 juta rumah per tahun, sama seperti Program 3 Juta Rumah di RI.

Hal ini ia sampaikan dalam sambutan di acara Akad Massal 62.000 Rumah Subsidi di Batang, Jawa Tengah.

"Saya punya pengalaman, bangsa India mereka mampu membuat 40 juta rumah dalam 12 tahun. Jadi 3 juta rumah per tahun. Kita lagi pelajari bagaimana caranya. Nah ini bisa kita coba," ujar Prabowo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Info ini ia dapatkan dari tim-tim yang ia kirim ke beberapa negara. Tim tersebut ditugaskan untuk mempelajari program-program unggulan di negara tersebut dengan harapan Indonesia dapat mengikuti.

"Kita bisa coba cara-cara klasik. Menurut saya bangsa Indonesia dengan keberanian berfikir, belajar dari orang lain, keberanian mengambil risiko, keberanian berbuat, keberanian mencari inovasi, mungkin kita bisa dapat hal-hal yang baik," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Terpisah, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait (Ara) mengatakan ia sudah mengetahui program tersebut. Namun, perlu ada persiapan tata kelola jika ingin mengadopsi program ini.

"Kan kita diminta koordinasi nanti. Kita kan pelan-pelan membangun integritas, SDM-nya harus siap, kita membuat program itu kan harus, KUR dan semuanya dan juga tata kelola," kata Ara sesuai acara.

Sebenarnya Prabowo memiliki program khusus untuk menekan angka backlog perumahan yang saat ini 9,64 juta berdasarkan data dari BPS di 2025. Sementara backlog rumah tak layak huni sebanyak 18,77 juta.

Salah satu langkah yang pemerintah jalankan untuk mendorong pembangunan perumahan lewat KPR subsidi atau dikenal sebagai Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Kuota yang disiapkan untuk FLPP ini 350 ribu pada tahun ini.

Kementerian PKP juga memiliki program BSPS dengan kuota yang disediakan 400 ribu. Program ini berfokus pada renovasi rumah tak layak huni di seluruh Indonesia.

Sebelumnya diberitakan, BP Tapera kembali menggelar akad massal 62 ribu rumah. Acara dilaksanakan secara hybrid, daring dan luring di Batang Jawa Tengah.

Acara ini dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara).

Dalam sambutannya, Ara mengatakan akad massal kali ini adalah gelaran ketiga sejak 2025. Dihadiri oleh 62.100 debitur, terdiri dari 60.100 orang melakukan akad secara online dan 200 orang langsung di Perumahan Puri Delta City Side.

(aqi/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads