Pasar Properti Lesu, Apa yang Dilakukan Pengembang?

Pasar Properti Lesu, Apa yang Dilakukan Pengembang?

Zulfi Suhendra - detikProperti
Senin, 27 Jul 2026 09:29 WIB
Ilustrasi rumah
Foto: Dok
Jakarta -

Pelemahan pasar properti yang terjadi sepanjang semester I-2026 mendorong pengembang mengubah strategi pemasaran. Jika sebelumnya lokasi menjadi salah satu faktor utama untuk menarik pembeli, kini pengembang mulai mengedepankan inovasi produk dan desain hunian yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Perubahan strategi tersebut dilakukan di tengah menurunnya penjualan rumah di pasar primer. Berdasarkan Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia, penjualan properti residensial pada kuartal I-2026 mengalami kontraksi sebesar 25,67 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Kondisi ini berbalik dibandingkan kuartal IV-2025 yang masih mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,83 persen.

Tekanan terhadap industri berasal dari berbagai faktor, mulai dari melemahnya daya beli masyarakat, khususnya segmen menengah bawah, seleksi kredit perbankan yang lebih ketat, hingga kenaikan biaya material bangunan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Chief Marketing Officer sekaligus Architecture Director MAS Group (Mekar Agung Sejahtera), Muhammad Adhiguna Sosiawan, mengatakan kondisi eksternal tersebut tidak bisa dihindari sehingga pengembang perlu menyesuaikan strategi bisnis.

"Kondisi eksternal yang sedikit banyak mengganggu tak bisa dilawan. Gejolak dunia yang diikuti kenaikan harga minyak dan naiknya dolar tentunya membuat kondisi berbeda," ujar Adhiguna dalam keterangan tertulis, Senin (27/7/2026).

ADVERTISEMENT

Menurutnya, salah satu respons yang dilakukan adalah menghadirkan produk baru sebagai bagian dari penyegaran pasar. Hal ini juga dilakukan pada pengembangan Areum Parc di Bogor yang memasuki tahap kedua setelah sekitar 245 unit pada tahap pertama habis terjual dan sebagian besar telah memasuki proses serah terima kunci. Saat ini tingkat hunian kawasan tersebut disebut telah mencapai sekitar 70 persen.

Namun, Adhiguna menegaskan strategi yang diterapkan kini tidak lagi hanya bertumpu pada lokasi proyek.

"Saat ini kami tak lagi bicara lokasi. Areum Parc fokus pada unit rumah. Untuk itu terlahir produk yang berbeda dengan konsep modern dan sesuai dengan kebutuhan konsumen yang beragam, dari Gen Z hingga milenial," katanya.

Ia menjelaskan, tim arsitek secara berkala melakukan evaluasi terhadap produk setiap tiga bulan agar desain rumah tetap mengikuti perkembangan kebutuhan pasar yang berubah dengan cepat.

"Reaktif dan juga adaptasi produk sesuai dengan keinginan pasar yang saat ini cepat berubah harus dilakukan," ujarnya.

Sementara itu, GM Business and Development MAS Group, Irvandy, mengatakan produk perdana Areum Parc mendapat respons positif saat pertama kali dipasarkan karena menawarkan harga yang kompetitif, mulai sekitar Rp 400 jutaan.

Memasuki tahap kedua pengembangan, perusahaan menawarkan pilihan rumah yang lebih beragam di dua klaster, yakni Ipnamu dan Jeongwon. Pilihan tersebut mencakup rumah satu lantai, dua lantai, hingga tiga lantai dengan kisaran harga mulai Rp600 jutaan hingga di atas Rp 1 miliar.

Selain variasi tipe, pengembang juga mulai menghadirkan desain ruang yang lebih fleksibel. Pada rumah tiga lantai, misalnya, lantai dasar dirancang sebagai ruang multifungsi yang dapat dimanfaatkan sebagai pantry, ruang makan, ruang kerja, area yoga, hingga ruang praktik sesuai kebutuhan penghuni.

Adhiguna menambahkan, ruang keluarga ditempatkan di lantai dua bersama kamar utama, sedangkan lantai tiga berisi dua kamar tidur tambahan. Setiap unit juga dilengkapi area terbuka berupa taman belakang dan samping untuk membantu sirkulasi udara serta pencahayaan alami.

Menurutnya, penyesuaian desain tersebut menjadi bagian dari strategi agar produk hunian tetap relevan dengan kebutuhan konsumen di tengah kondisi pasar properti yang masih menghadapi berbagai tantangan.



(zlf/zlf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads