Ara Sambangi Kantor Luhut buat Bereskan Data Perumahan Pakai AI

Ara Sambangi Kantor Luhut buat Bereskan Data Perumahan Pakai AI

Danica Adhitiawarman - detikProperti
Kamis, 23 Jul 2026 19:01 WIB
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara)
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) (Foto: Danica Adhitiawarman/detikcom)
Jakarta -

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) menyambangi kantor Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. Pada pertemuan itu, mereka membahas seputar program-program perumahan dan sinkronisasi data perumahan menggunakan akal imitasi/artificial intelligence (AI) dan teknologi informasi (IT).

Ara meminta bantuan Luhut untuk menyediakan dan mensinkronkan data. Adapun data yang sedang diminta kepada DEN seperti data-data backlog kepemilikan rumah dan backlog rumah layak huni.

"Kami berdiskusi panjang dengan Ketua DEN Pak Luhut. Nomor satu agendanya adalah bagaimana soal IT, soal AI, soal teknologi yang kita diskusikan supaya membuat (program perumahan) lebih transparan, lebih cepat, lebih tepat sasaran berbasis data," ujar Ara di kantor Dewan Ekonomi Nasional, Jakarta Pusat, Kamis (23/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia ingin data-data seputar perumahan seperti terkait lahan, pembiayaan, maupun data kepemilikan rumah disinkronisasi menjadi satu kesatuan. Data-data yang dimaksud yang ada di kementerian dan lembaga-lembaga terkait, seperti Kementerian ATR/BPN, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Dalam Negeri, serta lembaga seperti BPS.

Pada kesempatan itu, Ara juga menyampaikan terkait program-program perumahan. Salah satunya terkait kriteria dan penyebaran penerima bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) atau bedah rumah. Ia memastikan bantuan tersebut diberikan tepat sasaran.

ADVERTISEMENT

"Supaya benar-benar tepat sasaran, BPS sudah membantu dengan cara memberikan misalnya 20 kabupaten/kota di Indonesia yang paling banyak persentase kemiskinannya, dimana saja," ucapnya.

Selain itu, Ara meminta masukan kepada Luhut terkait Undang-undang Perumahan yang sedang digodoknya. Ia pun mendapatkan sejumlah masukan dari Luhut yang sudah berpengalaman di pemerintahan.

Lalu, ia pun menyampaikan soal pembiayaan rumah susun subsidi. Dulu realisasi rusun tersebut sangat rendah, kurang dari 200 unit dalam 5 tahun terakhir. Pihaknya pun sudah membuat peraturan baru untuk mendorong realisasi tersebut.

Setelah pertemuan ini, Ara berencana untuk berdiskusi lagi dengan Luhut minggu depan.

"Nanti kita ketemu lagi rencananya minggu depan untuk merumuskan bagaimana sinkronisasi soal perumahan yang berkaitan dengan semua ekosistem," ucapnya.

(dhw/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads