Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kualitas air bersih di rumah terus meningkat. Penurunan kualitas sumber air akibat pencemaran lingkungan hingga rembesan limbah rumah tangga membuat permintaan sistem penjernihan air ikut melonjak.
Fenomena tersebut terlihat dalam ajang Indonesia Building Technology (IBT) 2026 yang digelar di ICE BSD, beberapa waktu yang lalu. Sales Manager FLAX, Willy Chandra, mengatakan masyarakat kini tidak lagi hanya mencari filter air, tetapi mulai mempertimbangkan sistem penjernihan yang disesuaikan dengan kondisi sumber air di masing-masing rumah.
"Kami tidak hanya menjual filter air. Yang kami tawarkan adalah sistem penjernihan yang dirancang sesuai kebutuhan sehingga konsumen bisa memperoleh kualitas air yang lebih baik. Bagi kami, air yang lebih baik akan berpengaruh langsung terhadap kualitas hidup masyarakat," kata Willy dalam keterangan tertulis perusahaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, karakteristik sumber air di Indonesia sangat beragam sehingga sistem pengolahan tidak bisa disamaratakan.
Di Pulau Jawa misalnya, kualitas air kerap dipengaruhi tingginya kandungan besi, mangan, silika, hingga kontaminasi mikrobiologi yang berasal dari rembesan septic tank maupun kebocoran jaringan air bersih.
Karena itu, sebelum menentukan jenis perangkat yang digunakan, perlu dilakukan pengujian kualitas air terlebih dahulu.
"Kami percaya setiap sumber air memiliki karakter yang berbeda. Karena itu, sebelum menentukan produk, tim kami selalu melakukan survei, menguji kualitas air, lalu memberikan rekomendasi sistem yang paling sesuai. Tidak semua air bisa diolah dengan mesin yang sama," ujarnya.
Secara umum, sistem penjernihan air dibagi menjadi dua jenis. Pertama, Point of Entry (POE) yang berfungsi menyaring air sejak pertama kali masuk ke bangunan. Kedua, Point of Use (POU) yang memurnikan air pada titik penggunaan sehingga aman dikonsumsi.
Willy mengatakan tren penggunaan sistem penjernihan air kini tidak hanya datang dari rumah tinggal, tetapi juga sektor komersial seperti hotel dan resort.
Menurutnya, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kualitas air membuat permintaan perangkat penjernihan terus bertumbuh hingga menjangkau berbagai daerah di Indonesia.
"Kami menargetkan pertumbuhan minimal 50 persen dibandingkan tahun lalu. Sampai saat ini tren pasar masih sangat positif karena masyarakat semakin sadar bahwa kualitas air merupakan investasi untuk kesehatan dan kualitas hidup," katanya.
Selain menghadirkan unit berkapasitas besar, perusahaan juga mulai mengembangkan perangkat penjernihan air portabel yang dapat digunakan pada kondisi darurat atau ketika akses terhadap air bersih terbatas.
(das/das)
