Tinggal di Apartemen Atapnya Jalan Raya, Gimana Rasanya?

Tinggal di Apartemen Atapnya Jalan Raya, Gimana Rasanya?

Almadinah Putri Brilian - detikProperti
Senin, 20 Jul 2026 15:17 WIB
GUIYANG, CHINA - OCTOBER 31, 2023 - Residents live in more than 10 residential buildings under the 300-meter-long approach bridge of Shuikousi Bridge in Guiyang, Guizhou Province, China, October 31, 2023. The shortest distance between the roof of the residential building and the bridge slab is less than one meter. The houses also shake with the bridge every time a heavy car passes by. In the 1990s, part of the land was requisitioned for the construction of the airport expressway. As compensation, the vacant land under the bridge is used to build resettlement housing and low-rent housing for poor families. The bridge was completed in May 1997, and the residential buildings were completed in 1999. These houses still do not have real estate procedures, becoming a historical problem in the city. (Photo by Costfoto/NurPhoto via Getty Images)
apartemen di kolong jembatan di China. Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto
Jakarta -

Apartemen biasanya dibangun di di area yang terbuka karena dibuat vertikal. Namun, beda dengan apartemen di China ini.

Lokasi apartemen itu ada di bawah Jembatan Shuikousi atau Jambatan Layang Shuikousi, China. Jadi biar kebayang nih, jalanan yang biasa dilalui kendaraan itu berdiri di atas atap apartemen.

Pemerintah Guiyang memanfaatkan lahan kosong di bawah jembatan itu karena keterbatasan lahan di pusat kota. Dengan begitu, penduduk setempat memiliki akses yang mudah untuk ke pusat kota.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari Oddity Central, Jembatan Shuikousi ini selesai dibangun pada 1997. Dua tahun kemudian, sekitar 10 tower apartemen dibangun sebagai tempat tinggal sewa dengan harga yang murah dan proyek perumahan relokasi. Secara bertahap, lama-lama banyak bangunan yang dibangun di sisa lahan kosong di bawah jembatan itu.

ADVERTISEMENT

Tinggal di sana juga ada kekurangannya. Meski harga sewanya murah dan dekat dengan pusat kota, para penyewa harus menghadapi kebisingan setiap harinya.

Kebisingan lalu lintas yang konstan dan getaran dari kendaraan yang lewat di atasnya menjadi 'makanan' sehari-hari penghuni apartemen itu. Tapi mereka lama-lama mulai terbiasa dengan hal tersebut.

Untuk meningkatkan kondisi kehidupan penghuni apartemen itu, pemerintah setempat melarang truk semi-trailer besar melintasi jembatan tersebut. Hal ini bisa mengurangi sedikit kebisingan dan getaran.

Walau demikian, penghuni juga harus berjibaku dengan debu dari jalanan yang masuk ke dalam apartemen. Jadi kalau tinggal di sini tak boleh malas bersih-bersih agar rumah tetap bebas debu.

Saat ini, komunitas di bawah Jembatan Shuikousi dianggap sebagai cara inovatif untuk mengelola kepadatan perkotaan di kota, di mana lahan yang tersedia sangat terbatas.



(abr/zlf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads