Minat masyarakat terhadap hunian di kawasan penyangga Jakarta terus berkembang. Selain mempertimbangkan akses menuju ibu kota, banyak calon pembeli kini juga mencari lingkungan yang menawarkan suasana lebih tenang, udara yang lebih sejuk, serta pemandangan alam.
Tren tersebut terlihat dari semakin banyaknya proyek perumahan yang mengusung konsep menyatu dengan alam. Pengembang tak lagi hanya menawarkan rumah sebagai tempat tinggal, tetapi juga menghadirkan kawasan yang memanfaatkan kontur perbukitan, ruang terbuka hijau, hingga panorama pegunungan sebagai bagian dari pengalaman berhuni.
Bogor menjadi salah satu kawasan yang banyak mengadopsi konsep tersebut. Berjarak sekitar satu jam perjalanan dari Jakarta melalui Tol Jagorawi, wilayah ini masih memiliki bentang alam yang relatif terjaga sehingga dinilai cocok untuk pengembangan hunian berkonsep alam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu proyek yang baru diluncurkan adalah The Sherwood Residence di Summarecon Bogor. Klaster ini dibangun di atas kawasan perbukitan dengan konsep living with nature, menawarkan panorama 360 derajat yang menghadap ke Gunung Gede, Gunung Pangrango, Gunung Salak, dan Gunung Pancar. Lokasinya berada di dalam kawasan Summarecon Bogor yang memiliki akses langsung menuju Gerbang Tol Bogor Selatan.
Selain memanfaatkan lanskap alami, kawasan tersebut dirancang dengan dua pendekatan arsitektur berbeda. Sherwood Green mengusung gaya modern yang mengedepankan bukaan kaca berukuran besar, tata ruang terbuka, serta area halaman belakang yang menghadap perbukitan. Sementara Sherwood Red mengadopsi arsitektur klasik Prancis dengan fasad simetris, atap bergaya Neo-Classical Mansard, dan langit-langit tinggi. Seluruh unit terdiri dari tiga lantai dengan pilihan unit sudut yang memiliki luas bangunan lebih besar.
Executive Director Summarecon Bogor, Indra W. Antono, mengatakan konsep tersebut merupakan upaya menghadirkan hunian yang memadukan desain dengan karakter alam Bogor.
"The Sherwood Residence kami hadirkan sebagai hunian premium yang memadukan kualitas desain, panorama alam, serta ekosistem kawasan yang terus berkembang. Melalui kolaborasi bersama Hadiprana Design, kami ingin menghadirkan pengalaman tinggal yang tidak hanya nyaman, tetapi juga memiliki karakter kuat serta memberikan nilai investasi yang terus bertumbuh seiring perkembangan Summarecon Bogor sebagai township terpadu," ujar Indra dalam keterangannya, Senin (20/7/2026).
Di luar desain rumah, kawasan ini juga menjadi bagian dari township seluas sekitar 500 hektare yang telah dilengkapi berbagai fasilitas pendukung. Di dalamnya terdapat area komersial seperti Graha Boulevard, Mountain View Terrace, Centeria Square, serta Centeria Business Loft yang diluncurkan pada awal 2026. Sejumlah tenant makanan dan minuman, supermarket, sekolah, hingga fasilitas olahraga juga telah beroperasi di kawasan tersebut. Ke depan, pengembang juga menyiapkan pusat perbelanjaan Summarecon Mall Bogor dan sejumlah restoran baru.
Kehadiran fasilitas tersebut menunjukkan bahwa konsep hunian bernuansa alam kini tidak lagi identik dengan lokasi yang jauh dari pusat aktivitas. Pengembang mulai mengombinasikan lingkungan hijau dengan fasilitas perkotaan sehingga penghuni tetap dapat mengakses kebutuhan sehari-hari tanpa harus meninggalkan kawasan.
Fenomena ini juga mencerminkan perubahan preferensi masyarakat pascapandemi. Rumah tidak lagi dipandang hanya sebagai tempat beristirahat, tetapi juga ruang untuk beraktivitas sehari-hari. Karena itu, kualitas lingkungan, pencahayaan alami, sirkulasi udara, serta pemandangan alam menjadi faktor yang semakin dipertimbangkan saat memilih tempat tinggal.
Dengan tren tersebut, kawasan penyangga Jakarta seperti Bogor diperkirakan masih akan menjadi salah satu lokasi yang banyak menghadirkan pengembangan hunian yang mengedepankan keseimbangan antara aksesibilitas dan kedekatan dengan alam.










































