Usaha Donald Trump untuk menjernihkan kolam Refleksi Monumen Lincoln di Washington kembali menemukan kendala. Para pekerja tampak kembali menguras kolam pada akhir pekan lalu untuk yang ketiga kalinya.
Menurut Menteri Dalam Negeri Doug Burgum pengurasan kali karena air terkontaminasi puing-puing dari pertunjukan kembang api pada Hari Kemerdekaan AS di atas National Mall.
"Kuras airnya, bersihkan sisa-sisa kembang api. Perbaiki kerusakan yang terjadi. Isi kembali airnya," kata Burgum, dikutip dari Fox News pada Senin (13/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika melihat kejadian sebelumnya, pengurasan pertama dilakukan dilakukan karena Trump menginginkan tampilan kolam diubah. Ia ingin dasar kolam dicat dengan warna biru seperti bendera Amerika. Pengerjaan selesai pada akhir Juni 2026. Namun, tidak lama kemudian muncul alga di seluruh kolam dan lapisan catnya tampak mengelupas. Padahal klaim Trump, cat yang baru ini disebut bisa bertahan hingga satu abad.
Trump sempat menyalahkan orang-orang iseng yang melakukan vandalisme sebagai penyebab kolam tersebut ditumbuhi lumut. Alhasil dilakukan pengurasan kedua dan perbaikan lapisan cat. Pekerjaan ini sudah selesai sebelum ulang tahun AS ke-250 yang jatuh pada 4 Juli. Pengurasan tersebut disebut Trump berhasil. Air sudah tampak jernih.
Lalu pada akhir pekan lalu, tepatnya setelah perayaan ulang tahun AS kolam refleksi tersebut kembali dikuras.
Sebelumnya diberitakan, renovasi kolam refleksi sepanjang 609 meter ini telah menjadi perhatian karena biaya yang digunakan ditaksir lebih dari U$ 14,65 juta atau setara dengan Rp 264 miliar (kurs Rp 18.042).
Setelah ditemukan banyak lumut dan cat mengelupas, perusahaan yang mengecat kolam langsung bertanggung jawab memperbaikinya. Mereka mengatakan hal tersebut bagian dari garansi.
Aksi vandalisme yang disebut-sebut oleh Trump sebagai penyebab kolam harus dikuras lagi statusnya masih diselediki. Orang-orang yang ditangkap itu diduga telah menuangkan bahan kimia berbahaya ke dalam kolam renang sehingga harus dikuras.
"Apa yang telah dilakukan oleh para perusak yang mengerikan ini adalah penghinaan sejati terhadap Presiden George Washington dan Abraham Lincoln, dan harus ditangani sesuai dengan perbuatannya," tulis Trump di Truth Social pada hari Sabtu (19/6/2026) lalu, dikutip detikcom dari New York Post pada Selasa (23/6/2026).











































