Presiden FIFA Gianni Infantino tak hanya menerima gaji fantastis sebagai pejabat tertinggi federasi sepak bola dunia. Ia juga mendapat fasilitas tempat tinggal yang biaya sewanya ditanggung oleh FIFA.
Dilansir dari Francs Jeux yang mengutip investigasi Blick pada 2022, Infantino menerima gaji tahunan sebesar 4,1 juta franc Swiss atau sekitar Rp 92 miliar (kurs Rp 22.270) sebagai Presiden FIFA. Selain itu, FIFA juga menanggung biaya sewa apartemen mewah yang ditempatinya, yakni sebesar 7.950 franc Swiss atau sekitar Rp 177 juta per bulan.
Hunian Infantino bukan apartemen biasa. Ia tinggal di sebuah penthouse yang berada di kota Zug, Swiss. Kediaman resmi tersebut berada di lantai paling atas dan dilengkapi teras luas dengan pemandangan langsung menghadap danau.
Fasilitas tempat tinggal ini memang sudah bagian dari kontrak kerjanya. Kontrak kerja itu juga telah ditandatangani oleh kepala sumber daya manusia dan kepala bagian hukum FIFA. Juru bicara FIFA pun sudah membenarkan adanya fasilitas itu menurut View.
"Ini sesuai dengan paket remunerasi standar untuk eksekutif puncak di banyak organisasi di Swiss," kata Juru Bicara FIFA dikutip dari Francs Jeux, Rabu (8/7/2026).
Berdasarkan situs Nau.ch, penthouse itu memiliki 4,5 kamar tidur. Lokasinya terletak di dekat Pegunungan Alpen dan menghadap Danau Zug.
Di sisi lain, Infantino berulang kali disorot lantaran situasi tempat tinggalnya. Pada 2021, Blick melaporkan bahwa ia menyewa rumah di Qatar. Kedua putrinya pun terdaftar di sebuah sekolah di sana. Selain itu, salah satu alasan ia tinggal di sana adalah akan digelarnya Piala Dunia 2022.
Pada November 2022, Infantino telah pindah ke Zug, Swiss. Kepindahan itu mengurangi beban pajaknya, karena tarif pajak di Zug jauh lebih rendah.
Apartemen ini berada di daerah yang ramah pajak. Seperti yang dilaporkan oleh Swiss Info, area ini merupakan rumah bagi perusahaan multinasional besar dan perusahaan-perusahaan tersebut membayar tarif pajak wajib sekitar 11 persen.
Di samping itu, belakangan ini Gianni Infantino sedang menjadi sorotan publik karena berbagai kontroversi Piala Dunia 2026. Beberapa di antaranya seperti keputusan FIFA menangguhkan sanksi pemain AS Folarin Balogun.
Gianni Infantino pun membantah bahwa keputusan soal Balogun dipengaruhi Trump. Ia mengatakan keputusan itu dari komite disiplin FIFA.
"Dalam percakapan kami, saya jelaskan bahwa ada proses hukum yang sedang berjalan," kata Infantino, dikutip dari Deutsche Welle.
"Begitulah cara kerja sistem FIFA dan ini prinsip yang akan selalu saya pegang," ujarnya.
Lalu, FIFA juga diduga telah membantu 'memenangkan' Argentina. Pelatih Mesir Hossam Hassan sampai mengkritik keputusan wasit pada pertandingan Argentina vs Mesir menurut Fox News.
"Kami terlihat lebih baik daripada juara bertahan - lebih baik dalam segala hal - tetapi hasilnya dipengaruhi oleh faktor internal di lapangan dan faktor eksternal di luar lapangan," kata Hassan, dikutip dari Fox News.
"Mungkin mereka ingin mempertahankan juara dunia di kompetisi ini. Mungkin mereka ingin Messi tetap berada dalam persaingan," tuturnya.
(dhw/das)