Belum lama ini, kejadian longsor akibat abrasi di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang, Jakarta Pusat mengakibatkan sebuah rumah ambruk dan kos-kosan di sebelahnya rusak.
Kejadian itu terjadi pada Jumat (26/6). Nantinya, pemerintah daerah akan membantu memperbaiki rumah dan kos-kosan tersebut.
Menurut keterangan dari Ali Nugroho (43), anak pemilik rumah yang ambruk, malam setelah kejadian tersebut Kepala Suku Dinas (Kasudin) Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Pusat bertemu pemilik rumah. Ali mengatakan, akan ada perbaikan hingga pembangunan rumah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertama mungkin dari Sudin (SDA) perbaikan dari turap, nanti pengerukan rata. Habis itu (rumah) dibangun," kata Ali saat ditemui di Jalan Administrasi Negara I, RT 01 RW 07, Kelurahan Bendungan Hilir, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (27/6/2026).
Menurutnya, proses tersebut akan memakan waktu cukup lama. Ia memperkirakan rumah akan terbangun lagi pada akhir tahun.
Sementara untuk bangunan kos sebelah, keponakan pemilik bernama Irsyad (25) mengatakan rumah saat ini sedang dikosongkan. Pemilik dan penghuni kos pindah ke tempat lain, tetapi tetap akan ada penjaga yang tinggal di bangunan itu.
"Sebenarnya ini dikosongin sih rumahnya. Dikosongin, nggak ada penghuni, ada penghuni pun Bibi yang jaga. Sama kalau saya kan di seberang, nggak jauh. Jadi saya mobile juga karena kan kosannya nggak bisa dipakai," ujar Irsyad.
Pemda Pasang Kayu-Bronjong untuk Cegah Longsor
Pemerintah setempat sudah memasang kayu-kayu dan bronjong untuk mencegah longsor meluas.
"Solusi dari pemerintah sih sekarang ya sudah bisa dilihat juga. Sudah ada pergerakan kalau misalkan ditanami kayu-kayu tersebut, terus juga diuruk dengan bebatuan," tutur Irsyad.
Penghuni Kos Dengar Suara Reruntuhan Sebelum Sebagian Kos Rusak
Irsyad mengatakan, awalnya muncul retakan pada dinding pada dinding dan lantai. Ia juga mendengar suara reruntuhan kecil. Pertanda itu timbul sejak Jumat (19/6) pekan lalu.
Menurutnya, pemilik kos curiga bangunan berpotensi roboh. Pemilik mengimbau penghuni untuk pindah.
Sekitar H-3 tanda-tanda bangunan akan rumah semakin parah. Sampai akhirnya Jumat (26/6), rumah itu ambruk pukul 05.48 WIB. Ia pun ikut mengungsi ke rumah lain.
"Benar-benar mulai terasanya itu H-3 sebelum kejadian udah mulai agak agresif," ucapnya.
Beruntung dua kamar itu tidak ditempati saat bangunan kos ambruk. Irsyad menyebut dua kamar kos beserta tembok pembatas hilang, turun terbawa longsor.
"Ada dua kamar yang hilang ya. Yang satu udah sempat dialihkan ke kamar yang paling pojok," tuturnya.
Dua Kamar Kos Rusak Imbas Rumah Ambruk
Longsor yang disebabkan oleh abrasi sungai ini menyebabkan rumah ambruk dan ikut menyeret sebagian bangunan kos-kosan di sebelahnya juga ambruk. Akibatnya, dua kamar kos-kosan di lantai atas dan bawah serta kamar mandi rusak.
Setelah kejadian rumah ambruk, lingkungan sekitar bangunan kos ditancapkan kayu-kayu panjang oleh petugas dari Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Pusat. Lalu pagar bronjong dipasang di area belakang. Fungsi kedua itu sebagai upaya mencegah longsor meluas.
Kemudian, bangunan kos beserta rumah milik kosan sedang dikosongkan.
(abr/abr)











































