Belakangan Eropa tengah dilanda gelombang panas, tak terkecuali Inggris yang suhu udaranya mencapai rekor tertinggi. Warga Inggris pun kepanasan sampai rela antre demi membeli AC murah di toko.
Dilansir dari Metro, warga Inggris berbondong-bondong antre di toko Lidl untuk membeli AC. Namun, toko-toko langsung kehabisan stok karena unit AC dijual murah cuman 149 poundsterling atau Rp 3,5 juta (kurs Rp 23.538).
Antrean panjang terlihat di cabang di Hampshire dan Warwick. Para pembeli mengantre panjang sampai ke luar toko bagaikan antrean pada zaman COVID-19. Padahal, cuaca sedang sangat panas, suhu udara lebih dari 30 derajat Celcius.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banyak pembeli mengincar AC portabel Tronic-3-in1 yang sedang viral. Akan tetapi, mereka pulang dengan tangan hampa, membuat mereka geram.
Sistem pendingin portabel itu dirancang untuk mengurangi kelembapan dan mengoptimalkan ventilasi ruangan. Alat itu dikabarkan mulai dijual pada Kamis (25/6), tetapi sudah dipajang di rak toko sehari lebih awal.
Pembeli di Lidl Hedge End di Hampshire sudah mengantre di tengah terik matahari. Semua itu hanya untuk dikecewakan karena toko mengatakan stok AC habis. Cabang toko di tempat lain juga kehabisan stok.
AC Murah Ludes saat Cuaca Ekstrem di Inggris Foto: Tom Jackson/Solent News via Metro |
Pembeli yang frustasi protes lewat media sosial. Menurut mereka, toko setempat tidak restok atau telah memajang barang sehari sebelum tanggal penjualan yang dijadwalkan.
Seorang pembeli di Portishead mengatakan toko Lidl membuat pelanggan kesal. Mereka menjual barang sebelum hari yang ditentukan.
"Promosikan unit AC yang dijual mulai 25/6/26, dan pajang semuanya sehari sebelumnya. Banyak sekali pelanggan yang tidak puas pagi ini, yang bangun pagi-pagi sekali khusus untuk membelinya," katanya dikutip dari Metro, Sabtu (27/6/2026).
Selain itu, ada laporan bahwa orang-orang membeli beberapa unit AC sekaligus. Alhasil, banyak orang tidak kebagian unit AC.
"Sampai di sana jam 8.02, langsung masuk dan barangnya masih tersedia. Namun, orang-orang membeli beberapa sekaligus, yang berarti wanita di depan saya mendapatkan yang terakhir," kata pembeli lain.
"Perjalanan sia-sia, keserakahan, dan tidak ada kebijakan satu per pelanggan," sambungnya.
Pembeli lain juga datang ke toko di High Wycombe pukul 7.20 pada Kamis (25/6). Ia merupakan pengunjung pertama di toko tersebut. Akan tetapi, manajer toko mengatakan tak ada AC yang datang hari itu, membuat 50 pelanggan marah.
(dhw/das)











































