Gempa dahsyat berkekuatan magnitudo (M) 7,2 mengguncang Venezuela pada Rabu (24/6) sore. Guncangan itu menghancurkan gedung-gedung di Ibu Kota Caracas.
Dilansir dari New York Post, banyak gedung tampak hancur dan rusak parah. Perabotan dan puing-puing menumpuk di jalanan. Sementara itu, para pemilik rumah berdiri di jalanan dalam keadaan terkejut.
Kemudian, potongan video di media sosial menunjukkan orang-orang berlarian mencari tempat berlindung saat gempa menghantam Bandara Internasional Maiquetia. Panel langit-langit runtuh dan percikan api berhamburan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para petugas tanggap darurat memanjat melewati reruntuhan bangunan di Caracas. Lalu, para warga yang putus asa mencari anggota keluarga hingga Rabu malam.
Kerusakan efek gempa di Caracas, Venezuela (. REUTERS TV/via REUTERS) Foto: REUTERS/Reuters TV |
Gempa tersebut merupakan yang terkuat selama satu abad terakhir. Apalagi terdapat gempa susulan berkekuatan magnitudo (M) 7.5 magnitude dalam hitungan menit, menurut Survei Geologi AS (USGS).
USGS memperkirakan jumlah korban tewas bisa berkisar antara 10.000 hingga 100.000 jiwa. Namun, pihak berwenang belum mengeluarkan perkiraan resmi tentang kematian atau terluka.
"Korban jiwa yang tinggi dan kerusakan yang luas kemungkinan besar akan terjadi, dan bencana ini kemungkinan besar meluas," kata USGS, dikutip dari New York Post, Kamis (25/6/2026).
Di sisi lain, Nicole Kolster seorang jurnalis dan kontributor BBC Mundo memberikan kesaksiannya ketika gempa terjadi di Caracas. Ia tinggal di lantai 7 apartemen di kawasan Palos Grandes, Caracas. Menurutnya, guncangan sangat kuat, ia mengira bangunan akan runtuh di atasnya.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Venezuela, Diosdado Cabello, telah menginformasikan melalui saluran TV pemerintah bahwa beberapa bangunan runtuh di Caracas. Ia menyebut magnitudo gempa ini jauh lebih besar dari tujuh.
"Hal ini sangat terasa di Trujillo, Yaracuy, Carabobo, Aragua, Miranda, Caracas dan La Guaira," kata Cabello.
Cabello juga menambahkan bahwa di Caracas, kawasan Los Palos Grandes dan Altamira menjadi wilayah dengan dampak paling parah.
(dhw/zlf)












































