Pengembang Minta Harga Rumah Subsidi Naik, BP Tapera Bilang Begini

Pengembang Minta Harga Rumah Subsidi Naik, BP Tapera Bilang Begini

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Kamis, 25 Jun 2026 08:47 WIB
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho. Foto: Sekar Aqillah Indraswari
Jakarta -

Naiknya harga bahan bangunan dan BBM akhir-akhir ini membuat pengembang perumahan teriak ingin harga rumah subsidi dinaikkan. Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menilai penyesuaian harga belum bisa dilakukan dalam waktu dekat.

Hal ini disampaikan Heru kepada awak media seusai acara evaluasi kinerja dan program kerja BP Tapera 2026 bersama Komite Tapera di Gedung Aula Jusuf Anwar, Jakarta Pusat.

"Sebenarnya kalau saat ini situasinya belum memungkinkan ya (untuk menaikkan harga rumah subsidi tapak)," kata Heru pada Rabu (24/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Heru untuk menaikkan harga ada banyak pertimbangannya, salah satunya melihat kondisi ekonomi masyarakat. Selain itu, perlu ada pembahasan dengan berbagai pihak, seperti Komite Tapera.

"Kita harus melihat dulu kondisi masyarakat yang masih, apa namanya, belum memungkinkan lah," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Ketika ditanya apakah tidak menaikkan harga rumah subsidi bisa berpotensi membuat pengembang perumahan beralih ke rumah komersial, Heru merasa harus dilihat bagaimana ke depannya. Sejauh ini tidak ada masalah mengenai hal itu, dilihat dari serapan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hingga Rabu (24/6/2026) telah mencapai sekitar 81 ribu unit atau sekitar 23,22 persen dari target pemerintah tahun ini sebanyak 350 ribu unit. Kemudian yang sudah melakukan akad lebih dari 21 ribu unit.

"Sehingga kalau digabungkan antara yang sudah cair FLPP-nya, dengan akad dan tinggal lakukan pencairan ke kami (BP Tapera), ada 103 ribu," sebut Heru.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Dewan Pertimbangan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah, pegembang menginginkan ada kenaikan harga rumah subsidi. Alasannya saat ini harga tanah dan biaya material semakin tinggi.

"Kita pengennya harga rumah subsidi ada penyesuaian karena memang dari sisi harga tanah dan harga material itu sangat naik signifikan. Jadi diperlukan memang penyesuaian," kata Junaidi saat ditemui di Kementerian Dalam Negeri pada Jumat (19/6/2026).

Para pengembang juga telah menyampaikan usulan kenaikan harga rumah subsidi kepada pemerintah untuk meminta pertimbangan.

"Sudah kita sampaikan dan sudah ada mulai pembahasan. (Responnya bagaimana?) Nah itu saya pikir ke pemerintah saja yang jawab," tambahnya.

Terpisah, Ketua Umum DPP Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) Ari Tri Priyono juga mengonfirmasi dari pengembang menginginkan ada kenaikan harga rumah subsidi. Namun, perlu ada pembahasan lebih lanjut.

"Kalau rumah subsidi belum ada ya, kita harus diskusikan dulu untuk menaikkan harganya," ungkapnya.

Ia menghimbau agar masyarakat untuk segera membeli rumah subsidi sebelum ada penyesuaian harga baru nantinya.

"Kalau yang mau punya rumah sekarang ini saatnya, karena pasti akan naik (harga) rumah subsidi," ucapnya.

(aqi/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads