Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer mengumumkan dirinya akan mengundurkan diri dari jabatannya. Dalam pengumuman langsung ini, ada hal yang menarik untuk dibahas, yakni latar tempatnya.
Para PM Inggris yang mengumumkan mundur dari jabatannya atau pengumuman penting lainnya pasti berdiri di podium dengan latar kediaman resminya, yakni di 10 Downing Street, London. Di Indonesia, bangunan ini mirip dengan rumah dinas.
Downing Street merupakan jalan yang berisi komplek bangunan penting kenegaraan Inggris. Salah satunya adalah kediaman PM yang ada di bangunan nomor 10.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukan hanya kediaman, pintu bangunan ini telah menjadi latar foto di berbagai pertemuan penting kenegaraan ketika PM menjamu pimpinan dunia serta ketika mengumumkan kabar penting kepada masyarakat Inggris.
Presiden Prabowo Subianto (kiri) berbincang dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer (kanan) saat pertemuan di Downing Street 10, London, Inggris, Selasa (20/1/2026). Kunjungan Presiden Prabowo tersebut dalam rangka memperkuat hubungan bilateral dan kerja sama strategis antara Indonesia dan Inggris. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwa. Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA |
Dilansir dari situs resmi pemerintahan Inggris, gedung ini ternyata punya 3 fungsi resmi, yakni kediaman resmi PM Inggris, kantor resmi, dan tempat mereka menjamu tamu kenegaraan.
Bangunan ini cukup besar dari yang terlihat dari luar. Aula dengan lantai berpola kotak-kotak tepat di belakang pintu depan mengarah ke labirin ruangan dan tangga.
Tidak jauh dari sana terdapat bangunan bernomor 11 dan 12 yang juga digunakan sebagai bangunan resmi kenegaraan. Menteri Keuangan Inggris tinggal di Downing Street Nomor 11 dan Kediaman Ketua Fraksi Parlemen berada di Downing Street Nomor 12 beserta kantor pers PM Inggris.
Sejarah Downing Street Nomor 10
Asal usul penamaan jalanan komplek diambil dari nama seorang diplomat di Den Haag, George Downing. Ia dikenal sebagai diplomat yang memiliki image kurang baik, yakni pelit,dan terkadang brutal. Meski begitu, George Downing adalah orang yang bertanggung jawab atas jalan tersebut dan bangunan yang ada di sana.
Ia telah menjadi pemilik jalanan tersebut sejak 1682 dan membangun rumah-rumah dengan bantuan Sir Christopher Wren.
Kemudian, antara 1682 dan 1684, ada beberapa properti yang dihancurkan dan sebagai gantinya dibangun jalan buntu. Jalanan tersebut pun dibuat hanya terdiri dari 15-20 rumah, tepatnya di sepanjang sisi utara jalan baru bernama Downing Street.
Untuk memaksimalkan keuntungan, rumah-rumah tersebut dibangun dengan biaya murah. Dengan fondasi yang buruk untuk tanah yang berawa. Alih-alih fasad bata yang rapi, rumah-rumah tersebut memiliki garis-garis mortar yang digambar untuk memberikan tampilan bata yang berjarak sama. Hal ini sampai mendapat sorotan oleh Perdana Menteri Winston Churchill menyoroti kualitasnya.
"Goyah dan dibangun dengan asal-asalan oleh kontraktor yang mencari keuntungan," tulis PM yang meninggalkan pesan pada salah satu dinding bangunan.
Bangunan tersebut dibongkar dan dibangun ulang. Lalu, Raja George II menghadiahkan rumah di Downing Street dan rumah yang menghadap Horse Guards kepada Sir Robert Walpole yang merupakan Menteri Keuangan pertama dan menjabat juga sebagai Perdana Menteri pertama.
Walpole menolak properti tersebut sebagai hadiah pribadi. Sebaliknya, ia meminta Raja untuk menyediakannya sebagai kediaman resmi baginya dan Menteri Keuangan di masa mendatang. Dari sana, tradisi bangunan nomor 10 ini dilestarikan dari satu PM ke PM lain.
Meskipun begitu, rumah ini pernah tidak disukai oleh PM Inggris yang menjabat pada abad ke-19, mereka lebih memilih tinggal ke rumah pribadi dan ada isu soal masalah keamanan. Sampai akhirnya pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 direnovasi besar-besaran.

