Rumah Dibiarkan Penuh Sampah 10 Tahun, Pemiliknya Dipanggil ke Pengadilan

Rumah Dibiarkan Penuh Sampah 10 Tahun, Pemiliknya Dipanggil ke Pengadilan

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Kamis, 04 Jun 2026 11:58 WIB
Penampakan rumah terbengkalai 10 tahun di Inggris
Penampakan rumah terbengkalai 10 tahun di Inggris. Foto: John Myers / WalesOnline
Jakarta -

Sebuah rumah dua lantai di 134 Caerau Road, Inggris kondisinya sangat memprihatinkan. Halamannya sudah penuh semak tinggi, jendelanya pecah, hingga pintu belakang yang hanya ditutup dengan papan triplek.

Tidak hanya itu, tetangga sekitar rumah beberapa kali mendapati ada orang yang tinggal di sana. Orang tersebut bukan pemilik asli, melainkan gelandangan yang berhasil membobol rumah tersebut. Jika mendekat ke jendela, bisa terlihat ada banyak tumpukan sampah di dalamnya dan temboknya sudah banyak coretan aksi vandalisme.

Rumah terbengkalai ini milik Andrew Spencer Thomas yang identitasnya tidak diketahui secara jelas selain namanya. Thomas disebut sudah lama tidak menempati rumah tersebut. Bahkan terakhir rumah tersebut dihuni oleh seorang penyewa adalah 10 tahun lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mungkin, jika rumah tersebut masih dirawat oleh Thomas, tetangganya tidak akan masalah. Namun, melihat rumah itu dibiarkan begitu saja, sampai ada beberapa orang yang menjadikan halaman belakangnya tempat pembuangan sampah, jelas membuat tetangga geram dan resah.

ADVERTISEMENT

Tetangganya Janet Roberts (86) yang tinggal di seberang rumah Thomas khawatir jika keluarganya susah untuk menjual rumahnya karena berdekatan dengan rumah Thomas.

"Apa yang terjadi ketika saya meninggal dan anak-anak saya mencoba menjual tempat ini, dengan bangunan jelek di sebelahnya? Saya berharap bangunan itu dihancurkan," kata Janet seperti dikutip detikcom dari Wales Online pada Kamis (4/6/2026).

Ia mengenang, jika dahulu rumah Thomas sempat menjadi salon rambut. Kemudian 15 tahun yang lalu, berubah menjadi rumah 2 lantai. Setelah 5 tahun ditempati, rumah tersebut dibiarkan kosong dan tak terurus selama 10 tahun.

"Sudah sekitar 10 tahun sejak tidak ada yang tinggal di sana selain para penghuni liar. Pernah ada pecandu dan pengedar narkoba di sana," ungkapnya.

Para gelandangan menerobos ke rumah itu melalui jendela atas yang sudah pecah. Janet sering menegur orang-orang tersebut dan mengaku sebagai ibu dari pemilik rumah. Gelandangan tersebut membuat alasan jika mereka hendak melihat hantu sebelum akhirnya pergi.

"Orang-orang menggunakan halaman belakangnya sebagai tempat pembuangan sampah dan dewan kota yang harus membersihkannya. Ini sangat aneh. Pemilik seharusnya memiliki inisiatif untuk menggunakan kembali karena ada tarif premium untuk properti kosong," keluh Janet.

Tetangga lainnya Susan Hopkins (79) yang telah tinggal di dekat rumah Thomas selama 52 tahun mengkritik sikap Thomas. Ia membandingkan dengan fenomena saat ini di mana banyak anak muda yang sulit mendapatkan rumah dan harus menyewa dengan harga mahal. Sementara ada orang yang justru membiarkan rumahnya terbengkalai sampai meresahkan tetangganya.

"Rumah itu terbengkalai dan menyebabkan masalah kelembapan bagi tetangga. Orang-orang sering masuk secara ilegal. Pernah ada pabrik ganja di sana. Saya ingin melihat dewan kota mengambil alih dan memberlakukan sanksi yang lebih berat terhadap orang-orang yang membiarkan properti kosong," bebernya.

Thomas Dipanggil Pengadilan

Membiarkan rumah kosong sampai terbengkalai di Inggris termasuk kejahatan serius. Pemiliknya bisa dikenakan premi pajak dewan hingga 300 persen. Tentu Thomas juga masuk radar dewan kota terhadap propertinya yang 10 tahun kosong.

Menurut catatan daring, rumah itu terakhir kali dijual pada tahun 2001 dengan harga Β£ 5.000 atau Rp 120 jutaan (kurs Rp 24.183).

Dalam sidang pengadilan baru-baru ini, jaksa penuntut, Michael Feeney, mengungkapkan dewan kota telah menerima keluhan tentang rumah kosong tersebut selama lebih dari tujuh tahun. Mereka juga telah mengirimkan surat dan e-mail kepada Thomas sejak tahun 2023. Namun, tidak ada tanggapan.

"Karena tidak adanya tanggapan, dewan bermaksud untuk menjajaki opsi penegakan hukum untuk mengamankan kepemilikan properti kosong jangka panjang tersebut. Kesalahan Tuan Thomas sangat besar. Dia telah menghalangi dewan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkannya," ujar Michael.

Hakim ketua, Mark Griffiths, memutuskan menjatuhkan denda sebesar Β£ 3.500 atau Rp 84 juta serta biaya tambahan untuk korban sebesar Β£ 1.400 atau Rp 33 juta dan biaya penuntutan sebesar Β£ 1.050 atau Rp 25 juta.

Namun, keputusan akhir dari para hakim, meminta Thomas untuk membayar sebesar Β£ 100 atau Rp 2 jutaan per bulan karena mereka tidak tahu kondisi keuangannya.

Setelah sekian lama bungkam, seseorang yang mengaku juru bicara Thomas buka suara melalui e-mail. Ia mengatakan Thomas terkejut bahwa rumahnya menyebabkan masalah besar dan membuat banyak orang tidak nyaman.

"Properti tersebut dikelola berdasarkan perjanjian manajemen dengan pihak ketiga. Akibatnya, Tuan Thomas segera melakukan peninjauan terhadap perjanjian manajemen saat ini, kegagalan yang terjadi, dan proses penegakan hukum yang dilakukan oleh dewan kota agar masalah ini dapat segera ditangani dan diselesaikan," ujar pihak Thomas.




(aqi/zlf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads