Rumah Mungil Ini Bikin Tetangga Sengsara, Baunya Berujung Gugatan Rp 3,5 M

Rumah Mungil Ini Bikin Tetangga Sengsara, Baunya Berujung Gugatan Rp 3,5 M

Danica Adhitiawarman - detikProperti
Kamis, 04 Jun 2026 08:07 WIB
Rumah Mungil Portable
Ilustrasi Rumah Mungil Foto: via New York Post
Jakarta -

Sebuah rumah mungil di Portland, Oregon, Amerika Serikat mengeluarkan bau menyengat yang mengganggu tetangga. Saking parahnya, tetangga sampai menggugat pemilik rumah.

Dilansir dari Realtor, pasangan lansia John Benjamin dan Trudy Benjamin menuntut tetangganya, Karen Ward, karena terganggu dengan bau tak sedap dari halaman belakang Ward. Pasangan itu menuntut ganti rugi sebesar US$ 200.000 atau sekitar Rp 3,5 miliar (kurs Rp 17.949).

Berdasarkan dokumen pengaduan, keluarga Benjamin tak kuat menghirup bau yang berasal dari rumah Ward. Mereka sampai harus pakai masker gas saat berjalan dari carport ke dalam rumah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada satu waktu, John pernah pingsan dan terjatuh usai menghirup aroma menyengat itu. Ia pun mengalami patah tulang lutut sehingga perlu tindakan operasi.

"Yang diinginkan keluarga Benjamin hanyalah dapat menggunakan dan menikmati rumah mereka yang telah mereka tempati selama 40 tahun, tanpa harus mengenakan masker pernapasan kelas industri setiap kali mereka keluar rumah," kata pengacara keluarga Benjamin, Karl G. Anuta kepada Realtor.com, dikutip Rabu (3/6/2026).

ADVERTISEMENT

Dalam laporan tersebut, Anuta mengungkap awal mula drama tetangga. Tahun lalu, Ward menaruh rumah mungil di atas trailer beroda ke belakang propertinya, di samping pagar dekat properti milik keluarga Benjamin. Rumah itu disewakan atau dihuni oleh orang lain.

Rumah mungil itu memiliki toilet kimia yang diduga tidak disambungkan ke sistem saluran pembuangan kota. Keluarga Benjamin menyatakan bahwa bau yang berasal dari toilet kimia rumah mungil terkadang menyebabkan mual, pusing, kepala terasa ringan, sakit kepala parah, dan masalah pernapasan.

"Saat penyewa tergugat di rumah mungil tersebut terus tinggal di sana, bau toilet kimia tersebut menjadi semakin kuat," katanya.

Keluarga ini sudah berulang kali menegur Ward tentang bau dan asap dari toilet tersebut. Mereka meminta agar memindahkan rumah mungil itu atau menghubungkannya dengan benar ke sistem saluran pembuangan kota.

Sayangnya, bau tersebut masih ada meski toilet kimia itu sudah dipindahkan. Hal ini membuat keluarga Benjamin tidak dapat menikmati halaman belakang rumah. Mereka juga tak dapat beraktivitas, bahkan sekadar menjemur pakaian.

Di samping itu, Anuta mengatakan keluarga Benjamin telah mengeluarkan biaya pengobatan sekitar US$ 35.000 atau Rp 628,3 juta hingga saat ini. John menjalani fisioterapi untuk lututnya dan mengalami lonjakan tekanan darah yang ekstrem. John dan Trudy sampai frustasi dan tertekan secara emosional akibat kondisi tersebut.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads