Kenaikan Harga Rumah Seken di Semarang Tinggi, Broker Makin Agresif

Kenaikan Harga Rumah Seken di Semarang Tinggi, Broker Makin Agresif

Zulfi Suhendra - detikProperti
Selasa, 26 Mei 2026 14:44 WIB
Ilustrasi rumah dijual.
Foto: Freepik
Jakarta -

Pasar rumah sekunder di Semarang menunjukkan tren pertumbuhan positif sepanjang awal 2026. Temuan ini tercermin dalam riset terbaru Flash Report Mei 2026 dari Rumah123 yang mencatat kenaikan harga rumah sekunder di Semarang sebesar 0,8% secara month-on-month dan 1,0% secara year-on-year hingga April 2026.

Kenaikan tersebut menjadikan Semarang sebagai salah satu kota dengan pertumbuhan harga rumah sekunder tertinggi di Pulau Jawa, bersama Surakarta dan Surabaya. Secara nasional, harga rumah sekunder Indonesia sendiri hanya tumbuh 0,1% secara bulanan pada April 2026.

Tak hanya harga yang meningkat, popularitas pencarian properti di Semarang juga terus menunjukkan penguatan. Data Rumah123 mencatat Semarang mengalami pertumbuhan proporsi popularitas tahunan sebesar 0,3%, menandakan minat masyarakat terhadap pasar properti kota ini masih cukup tinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melihat tren pertumbuhan tersebut, perusahaan agen properti dan layanan KPR Linktown resmi memperluas ekspansinya ke Semarang dengan membuka kantor cabang baru pada Mei 2026. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat penetrasi pasar properti di kawasan Joglosemar (Jogja-Solo-Semarang) yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan besar.

Co-Founder Linktown, Abel Andy Kurniajaya mengatakan Semarang dipilih karena memiliki perkembangan infrastruktur yang pesat serta permintaan properti yang terus tumbuh.

ADVERTISEMENT

"Semarang merupakan salah satu kota dengan perkembangan yang sangat pesat. Kota ini ditunjang oleh infrastruktur yang lengkap mulai dari pelabuhan, bandara, hingga jaringan jalan tol yang terintegrasi di Pulau Jawa," ujar Abel dalam keterangannya, Selasa (26/5/2026).

Menurut Abel, capaian tersebut menjadi indikator bahwa pasar properti Semarang, termasuk segmen rumah secondary, masih sangat prospektif. Kehadiran kantor cabang baru diharapkan dapat memperkuat penjualan properti primary maupun secondary di wilayah Jawa Tengah.

Sementara itu, Co-Founder Linktown, Deryan Nataniel menilai fundamental ekonomi Semarang menjadi faktor utama yang mendukung pertumbuhan sektor properti.

"Pertumbuhan ekonomi kota ini tercatat mencapai 6,49% pada 2025 dan menjadikannya sebagai salah satu pusat bisnis utama di Jawa Tengah," kata Deryan.

Dalam strategi bisnisnya, Linktown akan tetap mengandalkan digital marketing sebagai motor utama penjualan properti di kawasan Joglosemar. Selain itu, kantor Semarang juga akan difungsikan sebagai hub operasional untuk akuisisi proyek developer lokal, rekrutmen agen regional, penjualan properti primary-secondary, hingga pengembangan database buyer di Jawa Tengah.

Secara nasional, Linktown menargetkan total penjualan Rp 3,5 triliun sepanjang 2026 setelah membukukan Rp 3,1 triliun pada tahun sebelumnya. Dari ekspansi Jawa Tengah ini, perusahaan membidik potensi penjualan sebesar Rp 300 miliar hingga Rp 500 miliar per tahun, dengan kontribusi kawasan Joglosemar ditargetkan mencapai 5%-10% terhadap revenue nasional.



(zlf/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads