Siapa yang masih ingat film era '90-an Richie Rich? Ternyata, rumah yang dipakai syuting film tersebut, Biltmore House, merupakan rumah pribadi terbesar di Amerika Serikat!
Film yang dibintangi Macaulay Culkin ini menceritakan kisah anak orang terkaya di dunia yang tinggal di rumah bak istana dengan fasilitas super lengkap namun tak punya teman sejati. Dilansir dari situs resmi rumah tersebut, biltmore.com, proses produksi film Richie Rich menggunakan banyak interior rumah tersebut.
Beberapa ruangan juga dibiarkan tanpa mengubah apa pun selama pembuatan film, bahkan lukisan anggota keluarga Vanderbilt (pemilik rumah tersebut) ditampilkan dalam film itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ternyata, rumah itu memang super besar. Bahkan menjadi kediaman pribadi yang terbesar di Amerika Serikat. Biltmore House, rumah seluas 175 ribu kaki persegi atau sekitar 16 hektare ini berlokasi di kawasan Biltmore Estate, Asheville, Carolina Utara, Amerika Serikat.
Rumah bergaya Renaisans Perancis ini memiliki 250 ruangan di dalamnya yang mencakup 35 kamar tidur, 43 kamar mandi, dan 65 perapian. Tak hanya banyak ruangan, rumah ini juga punya taman yang sangat luas hingga 303 ribu meter persegi atau 75 acre.
Pembangunan Biltmore House Foto: via biltmore.com |
Sejarah Pembangunan Rumah
Dilansir dari situs resmi Biltmore Estate, biltmore.com, hunian megah ini dimiliki oleh Keluarga Vanderbilt. George Vanderbilt, pemilik awal rumah tersebut, awalnya jalan-jalan ke wilayah Asheville pada 1887 dan langsung jatuh cinta dengan kawasannya yang dikelilingi perbukitan dan memiliki iklim sedang.
Saking cintanya dengan kawasan itu, ia menilai akan sangat cocok untuk dibangun rumah di sana. Pada 1888, Vanderbilt mulai membeli tanah di sana.
Karena sebagian tanah yang dibeli merupakan tanah agrikultur, ia menggunakan jasa arsitek lanskap Frederick Law Olmsted yang juga merancang Central Park di Kota New York untuk berkonsultasi mengenai rehabilitasi lahan, penanaman taman formal, dan penentuan lokasi rumah masa depannya. Vanderbilt juga menggunakan jasa arsitek Richard Morris Hunt yang sudah beberapa kali merancang rumah keluarga Vanderbilt dan juga Patung Liberty.
Meskipun rencana awal menunjukkan pembangunan rumah pedesaan bergaya Colonial Revival seluas 6.500 kaki persegi, Hunt mendesak Vanderbilt untuk membangun dengan skala yang sesuai dengan ukuran dan fitur alami propertinya.
Pada musim semi tahun 1889, Vanderbilt mengundang keluarga Hunt dalam perjalanan dua bulan untuk mengumpulkan inspirasi dari rumah-rumah besar dan chΓ’teau bersejarah di seluruh Inggris dan Perancis. Pada tahun berikutnya, Hunt menyelesaikan rencana akhir untuk chΓ’teau bergaya French Renaissance Revival seluas 175.000 kaki persegi atau sekitar 16 hektare.
Pembangunan rumah tersebut dilakukan pada 1889 hingga 1895. Setelah itu, rumah dihuni sebagai hunian pribadi.
Kediaman Dibuka untuk Umum
Dilansir dari National Land, Biltmore Estate dibuka untuk umum pada Maret 1930 atas permintaan Kota Asheville guna meningkatkan pariwisata dan keuangan pasca The Great Depression. Biltmore Estate tetap dimiliki oleh keturunan Vanderbilt dan dioperasikan oleh perusahaan swasta Biltmore Company. Di kawasan rumah itu juga mencakup hotel mewah, kilang anggur, dan lainnya yang bisa menarik sekitar 1,4 juta pengunjung setiap tahunnya.
(abr/abr)












































