Pemilik rumah asli Marilyn Monroe di Brentwood, Los Angeles tengah mengalami dilema. Pasalnya ia ingin menghancurkan rumah tersebut untuk dibangun rumah yang lebih luas, tetapi keputusannya ini ditentang oleh penggemar Marilyn Monroe dan pemerintah setempat.
Dilansir dari The Guardian, pemilik properti saat ini adalah pasangan bernama Brinah Milstein dan Roy Bank. Mereka telah membeli rumah itu sejak 2019 senilai US$ 8,35 juta atau setara Rp 143 miliar (kurs Rp 17.521).
Rumah Marilyn Monroe Foto: Anne Cusack/Los Angeles Times/Getty Images |
Sejak awal, mereka memang hendak merenovasi total rumah peninggalan Marilyn Monroe karena ingin diperbesar dan digabungkan dengan lahan setengah hektare di sebelah rumah itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika mereka mengajukan izin pembongkaran ke otoritas daerah, kabar tersebut tersebar ke publik dan memicu reaksi negatif. Publik meminta agar rumah tersebut dilestarikan sebagai 'monumen budaya-sejarah' pada 2024.
Imbas dari reaksi publik, izin pembongkaran tadi ditolak. Selain itu, otoritas daerah pun melarang renovasi apalagi mengubah wujud aslinya.
Hal ini membuat pasangan tersebut frustrasi karena sudah membeli mahal-mahal hunian tersebut. Lalu, mereka harus mempertahankan rumah itu dan tidak boleh mengubah bentuk padahal kondisinya sudah tidak layak.
Sementara itu, setiap hari ada orang asing yang datang ke rumah mereka untuk berfoto. Bahkan ada yang sampai nekat memanjat pagar demi melihat ke dalam. Tetangga sekitarnya pun sudah banyak yang mengeluh setiap ada kendaraan atau bis yang parkir sembarangan di jalanan dekat rumah mereka.
Merasa keputusan publik melarang pembongkaran tidak adil, pasangan tadi pun mengajukan gugatan. Mereka menuntut ganti rugi atas pelanggaran hak kepemilikan konstitusional dan investasi bernilai jutaan dolar yang kini terlihat tidak bernilai.
Mereka juga meminta, jika ingin rumah tersebut dilestarikan seharusnya biaya tidak dibebankan kepada mereka. Otoritas daerah atau publik seharusnya mau mengambil alih rumah tersebut.
Sidang gugatan tersebut berlangsung bulan Mei. Seorang hakim federal menolak tuduhan Brinah Milstein dan Roy Bank bahwa otoritas daerah telah mengambil alih properti pribadi secara tidak sah. Namun, ia memberi kesempatan bagi keduanya untuk mengajukan gugatan kembali dengan argumen yang lebih kuat.
Sementara itu, mengenai permintaan untuk membatalkan perintah pelestarian bangunan sejarah juga ditolak oleh pengadilan negara bagian.
Selain gugatan ditolak, pasangan tersebut juga disudutkan dengan opini publik bahwa mereka pura-pura tidak tahu jika rumah tersebut bersejarah dan melupakan fakta seharusnya tidak dihancurkan.
Lalu, pemilik rumah disebut aneh karena membeli rumah yang sudah tidak layak dan mungkin tidak ada nilainya. Pemilik rumah juga diminta untuk menjual rumah Marilyn Monroe jika tidak mau mengikuti keputusan otoritas daerah.
Beberapa aktivis di bidang pelestarian khawatir sikap bertahan yang ditunjukkan oleh pemilik rumah merupakan sebuah strategi. Apabila rumah tersebut didiamkan sampai benar-benar tidak layak, mereka bisa memakai alibi itu untuk mengajukan izin pembongkaran.
Pengacara pemilik rumah David Breemer mengatakan bahwa kliennya tidak takut dengan penegakan hukum dan akan memperjuangkan tuntutan mereka hingga mendapatkan apa yang mereka kejar. Pihaknya akan tetap mencari keadilan untuk nilai properti tersebut yang hilang karena kasus ini.
"Menjual atau disewakan bukanlah pilihan yang tepat dan mereka (kliennya) tidak ingin menjadi tuan tanah. Penyewa mana yang mau menyewa rumah dengan penyusup (orang asing berdatangan) yang berkeliaran di balik tembok?" kata David.
Juru bicara kantor perencanaan kota Brown sempat mengatakan kepada media bahwa ada banyak orang yang bisa membeli rumah itu untuk dilestarikan. Namun, kenyataannya hingga saat ini belum ada individu, yayasan, bahkan pihak otoritas kota yang mengajukan niat untuk membeli rumah tersebut.
Brown menyampaikan kota dan anggota otoritas daerah hingga saat ini memang tidak memiliki rencana untuk rumah itu selama proses hukum masih berlangsung. Oleh karena itu, hingga kini tidak bisa membeli rumah tersebut.
"Ini dilema," kata Brown, seperti dikutip detikcom pada Kamis (14/5/2026).

