Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini mengalami penurunan yang cukup dalam. Namun ada salah satu saham properti yang justru bergerak melawan dan naik cukup tinggi.
IHSG hari ini ditutup melemah 135,58 poin atau minus 1,98 persen dari perdagangan sebelumnya. Penurunan ini salah satunya disebabkan adanya rebalancing saham Indonesia di indeks saham global milik MSCI.
Namun, ada beberapa saham properti yang terlihat melawan arus, yaitu saham PT Saraswanti Indoland Development Tbk (SWID). Saham SWID hari ini ditutup naik 6 poin atau bertambah 5,56% ke posisi Rp 114.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan SWID pada sesi pertama sempat menyentuh level Rp 136. Jika dihitung dari penutupan di hari sebelumnya Rp 108, posisi itu naik 25%.
Begitu pula dengan saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) yang ditutup dengan naik tipis 2 poin atau 0,63% ke level Rp 320.
Sementara itu, sisa saham properti lainnya terbawa arus pelemahan IHSG. Mulai dari PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA) turun 4 poin ke posisi Rp 116, PT Trisula International Tbk (TRIS) melemah 3 poin ke level Rp 180, PT Ciputra Development Tbk (CTRA) turun 10 poin ke level Rp 685, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) melemah 3 poin ke Rp 172, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) turun 6 poin ke level Rp 310, hingga PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) anjlok 25 poin ke posisi Rp 735.
Sebelumnya diberitakan, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi, menyebut koreksi yang terjadi pagi ini merupakan konsekuensi dari perbaikan dalam aksi reformasi pasar modal. Namun menurutnya, pelemahan yang terjadi ini masih tergolong wajar karena tidak terjun signifikan. Saat ini, IHSG melemah 1,67 persen ke level 6.744,37.
"Alhamdulillah per hari ini rasanya tingkat penurunannya tidak signifikan jadi ada di angka sekitar 1 persen sampai 1,5 persen tadi di posisi terakhir," ungkap Hasan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2026).
(aqi/das)










































