Di Indonesia banyak rumah yang menurut mitos setempat masuk kategori ini dan beberapa di antaranya mungkin hanya kabar burung. Beberapa rumah atau bangunan berhantu tersebut bahkan sampai terkenal. Kira-kira apa saja? Berikut daftarnya dilansir dari catatan detikcom.
Rumah Keong
|
Rumah Keong. Foto: Potret kondisi penampakan rumah keong di Medan (Kartika/detikSumut)
|
Tim detikSumut sempat mengunjungi rumah ini pada 2023. Mereka mengatakan suasana di sekelilingnya tampak sepi. Tak ada satupun kendaraan yang melintas. Pagar besi yang melindungi rumah tersebut juga digembok.
Pemilik rumah ini adalah salah satu pendiri media tertua di Sumatera Utara. Dibangun pada 1975 dan sudah lebih dari 30 tahun terbengkalai. Hingga saat ini, rumah keong masih berdiri dan tetap kosong.
Berdasarkan pengakuan salah satu warga yang tinggal di sekitarnya, Suci, ia tidak pernah melihat hal mistis di rumah ini, tetapi hawanya memang berbeda. Ia juga sering mendengar banyak orang melihat kuntilanak di pohon alpukat di rumah tersebut.
Rumah Pondok Indah
|
Ilustrasi rumah berhantu. Foto: (dok. @azzlennox WS)
|
Cerita tersebut sudah dibantah oleh warga yang tinggal di sekitar sana sejak 1993, bernama Djoko pada 2013. cerita tersebut sudah berkembang sejak tahun 1998 saat rumah tersebut masih berdiri dan sudah kosong.
Masyarakat sekitar juga tidak pernah melihat hal-hal mistis di sekitar rumah ini. Kini rumah tersebut sudah digusur pada 2008 dan gambar di atas bukan foto sunggahan, melainkan hanya ilustrasi.
Rumah Kentang Prapanca
|
Ilustrasi rumah berhantu. Foto: Youtube
|
Kisah horor di sana bermula dari kisah seorang anak kecil yang jatuh dalam kuali panas yang berisi kentang. Anak tersebut meninggal dan gentayangan. Rumornya, saat malam hari akan tercium bau kentang di sekitar rumah tersebut.
detikTravel sempat mengunjungi rumah tersebut pada 2013 dan menurut satpam rumah tersebut, yaitu Joko Budi, rumah Kentang ada penghuninya. Di rumah ini ada sekitar 6 keluarga yang tinggal, dengan beberapa supir dan pembantu. Menurut tetangga sekitar rumah rumor yang beredar mengenai rumah itu hanya cerita palsu.
Lawang Sewu
|
Lawang Sewu. Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
|
Bangunan ini dulunya adalah markas besar Perusahaan Kereta Api Hindia Belanda pada medio 1919-1942. Sekarang tempat ini jadi adalah tujuan wisata populer.
Rumah Darmo
|
Rumah Darmo. Foto: Faiq Azmi/detikcom
|
Hal ini bermula dari cerita bahwa pemilik rumah mendapatkan harta kekayaannya dengan melakukan ritual pesugihan. Sebagai balasannya, si pemilik rumah harus menyediakan sesajen atau tumbal.
Semula semua berjalan dengan lancar. Namun karena tumbal semaki sulit didapatkan membuat pemilik rumah mencoba menghindar dan mengingkari perjanjian tersebut.
Ketika ada yang ingin menempati rumah lagi, pemiliknya terbunuh setelah dirampok. Oleh karena itu rumah ini terus kosong, meskipun rumahnya besar terdiri dari 3 lantai.
Sampai saat ini Rumah Darmo masih berdiri, meskipun kondisinya jauh dari layak.
Apartemen Sejahtera Family
|
Apartemen Sejahtera Family. Foto: Apartemen di Kebonsari Surabaya/Google Maps Mei 2024
|
Berdasarkan penelusuran detikJatim, konon ada hantu yang disebut 'Miss K' muncul di sana. Isu ini bermula karena warga sekitar mengaku melihat penampakan makhluk halus dengan sosok perempuan berambut panjang terurai dengan baju putih lusuh.
Salah seorang warga yang tinggal di depan apartemen, Jon Adiguna, menuturkan, pernah ada seorang pengirim makanan catering ke apartemen itu dan sering ditampaki makhluk halus. Selain itu, barang-barang yang dibawanya juga banyak yang hilang hilang.
Hal serupa juga diungkapkan Farisa, warga yang tinggal di sebelah apartemen. Dia menuturkan, sebenarnya ada beberapa macam penampakan makhluk halus, seperti kuntilanak dan anak kecil yang berlarian.
Rumah Karunrung
|
Foto: Rania Al-Syam
|
Dilansir detikSulsel, total ada 7 orang ditemukan tewas mengenaskan di rumah itu. Mereka adalah Achmadi (kepala keluarga) (34), Cecilia alias Syamsiah (istri) (30), Mashita (10) (anak pertama), Andrianto (9) (anak kedua), Indrawan (4) (anak ketiga), Lizanti (3) (anak keempat), dan Piddi (12) (pembantu/tukang cuci).
Mayat Achmadi, Syamsiah, dan Lizanti dibuang ke dalam sumur di belakang rumah. Sementara mayat Mashita dan Piddi ditemukan di loteng rumah yang dibangun sementara oleh Achmadi. Mayat 2 anak laki-laki Achmadi, Andrianto dan Indrawan dibuang di sumur samping rumah.
Achmadi dan seluruh keluarganya dimakamkan secara berdampingan di Tempat Pemakaman Islam (TPI) Panaikang, Kota Makassar. Sementara Piddi dimakamkan di tempat pemakaman keluarga di wilayah Kelurahan Karunrung, Makassar.
Hasil penyelidikan kepolisian, pembunuhan sadis itu dilakukan oleh 5 pemuda bernama Syarifuddin alias Boa, Muh Rusli alias Ulli, Abdullah Hasan alias Bado, Haerul Muhsin alias Ical, dan Alius Arman alias Arman. Pembunuhan ini disebut pesanan dari orang lain. Pelaku diimingi imbalan sejumlah uang. Kini para pelaku divonis hukuman penjara seumur hidup.
Setelah kejadian ini, beberapa orang mengaku sempat didatangi oleh arwah korban, dalam bentuk pembeli ayam hingga penumpang supir taksi. Saat ini kabarnya rumah ini sudah dihancurkan.











































