Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait (Ara) menanggapi soal rencana Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang tenornya diperpanjang menjadi 40 tahun. Ara setuju mengenai usulan itu dan menyebut dengan tegas arahan Presiden Prabowo Subianto harus segera dilaksanakan.
"Harus dong! Kalau presiden itu sudah perintah, saya kan baru dari 20 ke 30 tahun, presiden lebih hebat lagi dari 30 ke 40 tahun. Kita ubah lagi regulasinya sesuai arahan Presiden Prabowo," kata Ara kepada wartawan dalam acara Penanaman Sejuta Pohon oleh Realestat Indonesia (REI) di Lampung, Kamis (7/5/2026).
Ara menyebut rencana tenor KPR yang diperpanjang menjadi 40 tahun merupakan langkah baik. Dengan begitu, masyarakat bisa mencicil rumah lebih ringan karena angsuran per bulannya tidak terlalu mahal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misalnya 10 tahun itu bayarnya sekitar Rp 1,7 (juta), kalau tenor 15 tahun mungkin Rp 1,4 (juta), kalau 20 tahun bisa Rp 1,1 juta. Kan kalau 40 tahun (tenor KPR) bisa lebih murah lagi sekitar Rp 800-900 ribu," ungkapnya.
Ara berjanji akan segera membahas soal aturan tenor KPR 40 tahun di minggu depan. Namun ia perlu berkoordinasi lagi dengan menteri terkait dan pihak bank agar aturan ini dapat digodok secepatnya.
"(Tindak lanjutnya kapan pak?) Segera, kita susun dan kita ajak menteri ngobrol lagi, kita ajak lagi banknya, kita ajak juga lagi calon penerima rumah subsidinya supaya aturan ini bisa jalan. Kita harus ngomong baik-baik, bagaimana ini perbankan? Bagaimana ini dari calon konsumen? Bagaimana BP Taperanya? Nanti kalau sudah kita rapat minggu depan," jelas Ara.
Sebelumya diberitakan, Prabowo menyoroti penghasilan para buruh yang 30 persennya digunakan untuk membayar sewa rumah. Ia menginginkan para buruh yang membayar sewa akan dapat mencicil rumah yang disewa tersebut. Cicilannya, bisa sampai 40 tahun.
"Jadi yang tadi 30% untuk kontrak kita kurangi itu adalah untuk kau cicil rumahmu sendiri. Cicilnya kalau bisa 20 tahun, kalau nggak bisa 20 tahun, 25 tahun. Kalau belum lunas 25 tahun, 30 tahun. Kalau tidak bisa 35 tahun, 40 tahun, karena buruh tidak mungkin lari kemana-mana. Betul? Karena petani dan nelayan tidak akan kemana-mana, betul?" kata Prabowo saat pidato dalam rangka peringatan Hari Buruh, Jumat (1/5/2026).
Ketua Umum Partai Gerindra ini juga menyoroti bunga pinjaman bank yang dinilai sangat tinggi. Ia pun telah memberikan titah kepada perbankan untuk memberikan bunga yang rendah untuk masyarakat yang membutuhkan.
"Orang kecil pinjam uang, bunganya bisa 70% setahun. Saya sudah perintahkan bank-bank milik Indonesia, sebentar lagi kita akan kucurkan kredit untuk rakyat maksimal (bunga) 5% satu tahun," tuturnya.
Saat berpidato, Prabowo juga menargetkan pembangunan 1 juta rumah untuk tahun ini. Rumah-rumah tersebut rencananya akan dibangun di dekat kawasan industri, dekat kawasan tempat kerja, dan berencana untuk membangun kota-kota baru yang huniannya berupa rumah susun.
"Kota-kota baru tiap kota mungkin terdiri dari 100 ribu rumah susun dan saya perintahkan harus ada sekolah, harus ada fasilitas olahraga, harus ada daycare, harus ada rumah sakit, dan yang paling penting harus ada transportasi entah kereta api ringan, bis, supaya pekerja bisa masuk ke pekerjaan dengan lancar dan baik," imbuhnya.
(ilf/das)










































