Perusahaan asuransi terbesar di Amerika Serikat, State Farm, terancam harus membayar denda besar kepada korban kebakaran di Palisades, Los Angeles pada 2025. State Farm diduga tidak melakukan tugas dan pelayanan yang baik.
Berdasarkan temuan Departemen Asuransi California, banyak klaim asuransi tidak diurus atau diselesaikan sesuai waktu yang telah ditetapkan, penyerahan bayaran yang kecil, dan membuat pemilik asuransi kebingungan karena sering dialihkan ke penilai klaim yang berbeda.
Klaim asuransi paling banyak berasal dari rumah rusak akibat asap. Jumlahnya sekitar setengah dari total pengaduan yang masuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, semuanya juga tidak ditangani dengan baik, banyak yang ditunda, banyak yang ditolak, dan minim penjelasan dari para penyelidik alasan mengenai keputusan asuransi.
"Para korban kebakaran hutan datang kepada kami untuk meminta bantuan, dan kami menelusuri fakta-fakta yang ada. Investigasi kami menemukan bahwa State Farm menunda pembayaran, membayar kurang dari seharusnya, dan mempersulit pemegang polis dengan birokrasi sulit di tengah kesulitan hidup yang tengah terjadi," kata Komisaris Asuransi Ricardo Lara mengenai awal mula kasus ini diselidiki, seperti dikutip dari New York Post pada Selasa (5/5/2026).
Hasil penyelidikan menemukan 398 pelanggaran hukum negara bagian dalam 114 dari 220 klaim sampel yang diteliti.
Setelah kebakaran hebat di Palisades, LA pada Januari 2025, 11.300 klaim diajukan ke State Farm oleh pemegang polis yang terdampak. Jumlah pengajuan klaim ini setara dengan sepertiga dari 38.000 klaim yang diajukan ke semua perusahaan asuransi yang dipegang oleh warga yang tinggal di lokasi terdampak.
Kelalaian tugas ini masuk dalam kategori pelanggaran oleh pemerintah California dan perusahaan harus membayar denda.
Ancaman denda merupakan langkah pertama menuju sidang publik di hadapan hakim hukum administrasi. Jika pelanggaran terbukti benar, denda bisa mencapai US$ 5.000 atau Rp 87 juta per pelanggaran, atau US$ 10.000 atau Rp 174 juta jika terbukti disengaja.
Selain memberikan kartu merah kepada perusahaan asuransi, pemerintah California tetap mendorong percepatan pencairan asuransi.
"Kebakaran Los Angeles adalah salah satu bencana paling merusak dalam sejarah negara bagian kita. Para penyintas berhak mendapatkan pemulihan yang adil dan tepat waktu, bukan hambatan dan penundaan," terangnya.
Sementara itu, State Farm mengungkapkan pada bulan lalu telah mencairkan asuransi pelanggan lebih dari US$ 5,7 miliar atau setara dengan Rp 99 triliun (kurs Rp 17.423) dari 11.300 klaim diajukan.
"Kami bangga dengan respons kami dan karyawan kami yang telah bekerja di baliknya," kata Dan Krause, Presiden State Farm General saat itu.
(aqi/das)










































