Direktur Utama BTN Nixon Napitupulu dan Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin bertemu Sekretaris Kabinet Teddy Indrawijaya pada Rabu (22/4) untuk membahas soal penyediaan hunian layak di perkotaan. Salah satunya menggunakan lahan milik PT KAI.
Dalam pertemuan tersebut, BTN bersama PT KAI berkomitmen membangun hunian vertikal atau rumah susun di atas lahan milik KAI, salah satunya di Manggarai. Sampai saat ini, sudah ada pembangunan sebanyak 5.000 unit rumah susun berukuran 45 dan 54 meter persegi di atas lahan milik KAI.
Rumah susun tersebut bisa didapat melalui skema KPR maupun Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau skema subsidi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hunian ini dirancang terjangkau melalui skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP)," tulis unggahan di akun Instagram Sekretariat Kabinet, dikutip Kamis (23/4/2026).
Nixon menyampaikan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, di tahun 2025 mengalami peningkatan pembangunan hunian dengan telah membangun sekitar 200.000 ribu unit rumah melalui KPR / FLPP dan 40.000 unit rumah melalui non KPR. Di tahun ini jumlahnya akan ditingkatkan.
Selain itu, pertemuan itu turut membahas progres redesain Stasiun Gambir serta peningkatan kualitas layanan kereta api, baik untuk penumpang maupun kebutuhan logistik di seluruh Indonesia.
"Serta mendorong pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) sebagai simpul perekonomian baru yang terintegrasi," tulis postingan tersebut.
Sebagai informasi, di Manggarai memang sedang dilakukan pembangunan apartemen murah sebanyak 2.200 unit di atas lahan milik KAI seluas 2,2 hektare. Rencananya, pembangunan itu akan rampung pada 2027.
Pembangunan akan dilakukan di dua lokasi yaitu Blok G dan Blok F. Rinciannya, di Blok G akan ada 3 tower yang masing-masingnya terdiri dari 12 lantai yaitu 2 lantai untuk komersial dan 10 lantai untuk hunian. Diperkirakan akan ada 650 unit dengan tipe 45 dan 52.
Sementara itu, di Blok F akan ada 5 tower yang masing-masingnya ada 12 lantai yang 2 lantainya untuk komersial dan 10 lantai untuk hunian. Diperkirakan akan ada 1.550 unit dengan tipe 45 dan 52.
Untuk harga jualnya, tipe 45 seharga Rp 500 juta dan tipe 52 Rp 600 juta.
(abr/zlf)











































