Dadang Supiani, seorang guru di Majalengka, membangun rumah yang terlihat mewah dengan desain Eropa klasik. Di balik fasad mewah itu, ternyata ia hanya menghabiskan modal sekitar Rp 50 juta, lho!
Dilansir dari detikJabar, Dadang awalnya memiliki keterbatasan finansial buat bangun rumah mewah. Namun, ia mampu membangun rumah dengan bentuk sesuai impiannya di Kampung Cidaramaning, Desa Buinagara, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka.
"Budgetnya kurang lebih Rp 50 (juta). Kalau lebih dari 50 tidak mungkin, kalau di bawah mungkin," ungkap Dadang saat diwawancarai detikJabar, Sabtu (18/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu, bagaimana cara Dadang bangun rumah 'mewah' dengan budget terbatas? Berikut ini triknya.
Penggunaan Material Sederhana
Rumah itu terlihat seakan membutuhkan biaya pembangunan hingga miliaran Rupiah. Padahal, biayanya terbilang terjangkau lantaran menggunakan bahan yang sederhana, bahkan diracik sendiri. Bangunan tersebut tidak terbuat dari beton konvensional.
Untuk membuat ornamen, Dadang sempat mencoba menggunakan tanah liat, lem lilin, hingga silikon. Akhirnya bahan resin dianggap paling pas untuk membuat ornamen.
"Terakhir saya sekarang menggunakan resin," ujarnya.
Kemudian, ia menggunakan glass reinforced concrete (GRC) untuk membuat pagar dan bagian tertentu bangunan. GRC ini tak langsung dipakai, tetapi dimodifikasi agar lebih kuat dan tahan terhadap cuaca.
"Materialnya saya menggunakan yang bahan murah-murah saja. Seperti ini menggunakan GRC untuk pagar. Cuman saya kasih sesuatu, ya akhirnya jadi kuat," katanya.
Bangun Secara Bertahap
Dadang mulai membangun rumah ini sejak akhir 2023. Namun, proyek tersebut sering terhenti karena keterbatasan biaya pembangunan. Total waktu pengerjaan sekitar dua tahun, tetapi tidak dikerjakan secara penuh setiap hari.
"Ada uang saya kerjakan. Tidak ada uang, ya diam," ucapnya.
Mayoritas Pekerjaan Dilakukan Sendiri
Selain itu, hampir seluruh proses pembangunan rumah ini dilakukan Dadang sendirian. Ia menyebut sekitar 80 persen pekerjaan dilakukan tanpa bantuan tukang.
"Kalau yang berat-berat (baru dibantu tukang)," tuturnya.
Artikel ini sudah tayang di detikJabar.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
