Pembangunan rumah susun (rusun) subsidi akan segera dilakukan di Jakarta. Rencananya, akan ada 1.000 unit rusun yang dibangun.
Pembangunan akan dilakukan oleh PT Astra Internasional Tbk sebagai bagian dari kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) sekaligus mendukung Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman dalam pembangunan rumah layak huni untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
"Untuk wilayah Jakarta, Astra berkomitmen membangun 1.000 unit rumah layak huni dalam bentuk rumah susun (rusun) dengan menggunakan lahan yang ditentukan pemerintah," kata Head of Corporate Communications Astra, Windy Riswantyo, kepada detikcom, Rabu (15/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nantinya, setiap unit akan memiliki luas bangunan 35 meter persegi. Di dalamnya ada dua kamar tidur dan dilengkapi dengan satu kamar mandi. Untuk lokasinya, masih menunggu informasi lebih lanjut dari pemerintah.
"Astra berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui berbagai inisiatif sosial yang sejalan dengan prioritas pembangunan nasional," tutupnya.
Sebagai informasi, pemerintah berencana menggunakan lahan milik PT KAI untuk pembangunan rusun murah untuk MBR. Beberapa lokasi yang sudah ditinjau yaitu kawasan dekat Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat dan di Jalan Kemukus Stasiun Jakarta Kota, Jakarta Barat.
Pembangunan rusun rencananya dilakukan tahun ini jika lahan sudah siap. Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengatakan, saat ini pihaknya bersama KAI tengah mengkaji di mana saja lokasi yang bakal dibangun hunian tersebut. Keputusan lokasinya akan ditentukan dalam waktu dekat.
"Barusan kita melihat meninjau kesiapan lahan yang akan kita pergunakan untuk pembangunan rumah tadi, MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) dan MBT (masyarakat berpenghasilan tanggung) dan insyaallah mudah-mudahan segera akan kita tentukan dan ini juga bagian daripada program pemerintah untuk menyediakan rumah bagi masyarakat Indonesia," katanya di Kawasan Kota Tua, Jakarta, Minggu (5/4/2026), dikutip dari detikFinance.
(abr/zlf)











































