Kabupaten Trenggalek memiliki rumah susun sewa (rusunawa) murah yang biayanya mulai dari Rp 50.000 hingga Rp 100.000 per bulan. Jika dihitung, biaya harian sekitar Rp 1.700-3.000 per hari.
Rusun tersebut bernama Rusunawa Watulimo Blok. I. Lokasinya berada di Jalan Raya Pantai Prigi JLS (Jalur Lintas Selatan), Ketawang, Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Rusunawa ini telah berdiri sejak 2015 ini dikelola oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Trenggalek.
Menurut petugas administrasi perkantoran di Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DISPERKIMHUB) Kabupaten Trenggalek Chandra pada awalnya rusun ini diperuntukkan bagi warga Kampung Baru yang mayoritas bekerja sebagai nelayan. Warga Kampung Baru harus direlokasi karena membangun rumah di lahan milik orang lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebenarnya ditujukan untuk warga Kampung Baru karena bangunan mereka itu ilegal dan banyak pendatang yang bertempat di situ. Maka pemerintah Kabupaten Trenggalek membuat rusunawa ini bertujuan agar warga bisa pindah di rusunawa dan menabung untuk membeli tanah," kata Chandra kepada detikcom pada Selasa (14/4/2026).
Warga Kampung Baru yang hendak direlokasi sudah menerima kunci unit, tetapi tak lama dikembalikan kepada perwakilan Ketua RT setempat. Mereka menolak menghuni rusunawa.
"Mereka tidak mau kembali, akhirnya pemerintah daerah berinisiatif untuk menyewakan kepada siapa saja prioritas kepada warga Tasikmadu terutama," ungkap Chandra.
Kemudian, terjadi pandemi Covid-19, rusun ini diubah menjadi asrama karantina. Warga yang semula sudah tinggal di sana, dipindahkan dan beberapa di antaranya memilih tidak kembali.
Rusunawa Watulimo Blok. I Foto: Dok. Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DISPERKIMHUB) Kabupaten Trenggalek |
Setelah pandemi Covid-19 berakhir, Pemda kembali membuka rusun ini untuk umum dan sempat mengalami kendala karena tidak ada yang tertarik. Namun, saat ini rusun sudah terisi setengahnya. Mereka masih menerima penghuni baru. Namun, ada beberapa unit yang akan dibiarkan kosong karena terdapat kendala pada kondisi air dan listrik di unit tersebut.
"Sudah terisi sebagian sekitar kurang lebih 50 persen. Diutamakan lokasi Kota Trenggalek dan diprioritaskan penduduk setempat. Kalau mengenai penambahan itu bisa, tapi tidak banyak, soalnya lantai 3 dan 4 itu kendala ada di air dan banyak panel indikator listrik yang mati. Siapa pun boleh daftar tapi pasti ada prioritas utama," jelas Chandra.
Meningkatnya jumlah penghuni baru ini juga berbarengan dengan viralnya konten salah satu penghuni rusun, yakni Dita Retna Yuliani yang diunggahnya di Facebook serta Instagram @dita_sansino.
Ia membuat konten mengenai kehidupannya selama tinggal di rusun dengan judul "POV nekat sewa kontrakan Rp 3.000 sehari".
Chandra mengatakan saat ini ada 17 KK sudah menempati rusunawa. Terbanyak di lantai 2 dan 3. Total ada 50 unit di sini yang terbagi dalam 4 lantai.
Untuk unit di lantai 2 biaya sewanya adalah Rp 100.000 per bulan. Lalu, lantai 3 biayanya Rp 75.000 dan lantai 4 sewanya Rp 50.000. Sementara itu, lantai bawah terdapat beberapa unit yang diperuntukkan bagi lansia agar tidak kesulitan naik turun tangga dan unit di lantai ini tidak dikenakan biaya. Di rusun ini memang tidak tersedia lift, semua melalui tangga manual.
(aqi/das)

